Mimpi Akses Pendidikan Terwujud, Pemprov Sultra Mulai Bangun SMAN 2 Kabawo Muna
Reporter
Kamis, 25 Juni 2026 / 6:37 pm
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Aris Badara, M.Hum., (tengah), memimpin peletakan batu pertama pembangunan USB SMA Negeri 2 Kabawo di Kabupaten Muna, Rabu (24/6/2026). Foto: Ist.
MUNA, TELISIK.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) resmi memulai pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 2 Kabawo.
Langkah strategis untuk memperluas akses dan pemerataan layanan pendidikan menengah di Kabupaten Muna ini ditandai dengan peletakan batu pertama di Desa Lamanu, Kecamatan Kabawo, Rabu (24/6/2026).
Pembangunan infrastruktur pendidikan ini menjadi jawaban atas penantian panjang masyarakat di wilayah pelosok Kabawo yang selama ini menghadapi keterbatasan akses geografis untuk menjangkau sekolah menengah atas terdekat.
Sebelum memimpin prosesi peletakan batu pertama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Prof. Dr. Aris Badara, menyempatkan diri mengunjungi Situs Gua Bersejarah Liangkabori di Kecamatan Lohia.
Kunjungan tersebut menegaskan komitmen Dikbud Sultra untuk menyelaraskan pembangunan sumber daya manusia modern tanpa menanggalkan akar peradaban dan kekayaan budaya lokal Muna.
Baca Juga: HLH 2026, PT Vale Perkuat Komitmen Lingkungan Lewat Aksi Tanam Pohon di Kolaka
"Di Kabupaten Muna ini, jauh sebelum Nusantara terbentuk, ternyata telah tumbuh dan berkembang sebuah kebudayaan yang begitu tinggi. Hal ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan melestarikannya sebagai identitas daerah," ujar Prof. Aris Badara saat memberikan sambutan.
Secara teknis, kehadiran SMAN 2 Kabawo diproyeksikan untuk memangkas jarak tempuh dan melayani pemuda usia produktif secara spesifik dari beberapa wilayah desa penyangga di sekitarnya.
Desa sekitar meliputi Desa Lamanu, Kawite-Wite, Wansugi, serta beberapa wilayah interland di sekitarnya yang masuk dalam kategori minim keterjangkauan fasilitas pendidikan menengah.
Realisasi pembangunan sekolah baru ini juga tidak lepas dari kontribusi penting sosiologis masyarakat setempat, di mana lahan yang digunakan merupakan hasil hibah murni dari warga lokal yang peduli terhadap masa depan pendidikan daerah.
Prof. Aris Badara menegaskan bahwa momentum ini adalah perwujudan dari mimpi kolektif anak-anak daerah.
"Pembangunan Unit Sekolah Baru ini adalah mimpi kita semua. Ini adalah mimpi anak-anak kita yang selama ini masih memiliki keterbatasan dalam mengakses pendidikan. Dengan hadirnya sekolah ini, diharapkan kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas semakin terbuka dan mudah dijangkau," jelasnya.
Ia juga secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi terhadap keluarga ahli waris yang menghibahkan tanah tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga yang dengan tulus dan ikhlas memberikan hibah tanah. Pengorbanan dan kepedulian tersebut merupakan amal jariyah yang akan memberikan manfaat bagi generasi-generasi mendatang," tambahnya.
Baca Juga: Program ANTAM di Konawe Utara Ubah Pekarangan Warga Mowundo jadi Sumber Pangan Berkelanjutan
Prosesi peletakan batu pertama ini mendapatkan pengawalan dan dukungan inklusif dari seluruh elemen strategis wilayah. Hadir di lokasi acara antara lain Camat Kabawo, Danramil Kabawo, jajaran perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Plt. Kepala SMAN 2 Kabawo, La Musahari, S.Pd.
Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat untuk mengawal keberlanjutan operasional sekolah ke depan.
Masyarakat yang memadati lokasi acara menyambut antusias dan berharap proses konstruksi fisik dapat berjalan tepat waktu tanpa kendala teknis.
Ke depan pembangunan USB SMAN 2 Kabawo ini bukan sekadar mengejar target seremonial bangunan fisik. Pemprov Sultra memproyeksikan sekolah ini sebagai solusi jangka panjang untuk menaikkan Angka Partisipasi Sekolah (APS) di Kabupaten Muna secara signifikan.
Dengan mendekatkan fasilitas ke kantong-kantong pemukiman warga, sekolah ini ditargetkan menjadi pusat penggodokan generasi muda Muna yang tidak hanya cerdas dan berkarakter kompetitif, namun tetap memegang teguh nilai sejarah daerah. (D-Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS