Bappeda Sulawesi Tenggara Optimis Turunkan Angka Kemiskinan

Erni Yanti

Reporter

Kamis, 18 April 2024  /  10:46 am

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulawesi Tenggara, J Robert. Foto: Erni Yanti/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Kemiskinan ekstrem masih menjadi pokok permasalahan penting yang dibahas. Salah satu yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tenggara adalah masih minimnya infrastruktur.

Hal itu diungkapkan Kepala Bappeda Sulawesi Tenggara, J. Robert, dalam rapat koordinasi teknis perencanaan pembangunan (Rakortekrembang), di Hotel Claro Kendari, Rabu (17/4/2024).

J. Robert menjelaskan, saat ini yang menjadi pembahasan prioritas yakni pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan ekstrem.

Robert mengatakan, angka kemiskinan di Sulawesi Tenggara dari tahun ke tahun masih ada stagnasi, berputar di angka plus minus 11 persen setiap tahun, hanya berkisar sekitar 0,2 sampai 0, 3 persen berdasarkan capaian yang sudah dihitung selama 5 tahun terakhir.

"Target kita di tahun 2025 itu angka kemiskinan bisa kita turunkan. Kemungkinan besar di tahun 2025 mendatang target angka kemiskinan berkurang berkisar di angka 10 sampai 11 persen," kata Robert.

Baca Juga: Ini Upaya Pemkab Buton Selatan Atasi Kemiskinan Ekstrem

Lebih lanjut, Robert memaparkan wilayah Sulawesi Tenggara hampir semua kabupaten/kota angka kemiskinannya masih besar.

"Sesuai dengan data statistik bahwa angkat kemiskinan terbesar itu ada di wilayah pedesaan," ucap Robert.

Robet menjelaskan, persoalan infrastruktur masih menjadi masalah utama sehingga akses masyarakat terhadap pelayanan masih terganggu.

Rapat koordinat teknis perencanaan pembangunan (Rakortekrenbang) di Hotel Claro Kendari. Foto: Erni Yanti/Telisik

 

Ia berharap dengan mengintervensi terkait dengan isu-isu infrastruktur maupun konektifitas, daerah-daerah yang masih terisolir dan jauh dari pusat pelayanan, angka kemiskinan akan berkurang.

"Dengan terbukanya jalur logistik itu masyarakat bisa mengakses pusat-pusat pelayanan, paling tidak angka kemiskinan itu turun dengan adanya pembangunan jalan bisa menghubungkan pusat-pusat pendidikan, masyarakat bisa mengakses sekolah dengan baik," ungkapnya.

Sementara Kabid Perencanaan Bappeda Sulawesi Tenggara, Muhammad Syukril mengatakan, Rakotekrembang membahas indikator makro yakni kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, pengangguran terbuka.

Syukril mengatakan, dalam pembahasan diminta masing-masing kabupaten mengusulkan program yang kira-kira bisa menjadi prioritas untuk dikerjakan oleh provinsi tahun 2025.

Baca Juga: Pemkab Kolaka Utara Klaim Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Angka Kemiskinan Menurun

"Menyamakan target indikator yang ingin dicapai tahun 2025 untuk dilakukan di provinsi, daerah mana yang menjadi prioritas," kata Syukril, Rabu (17/4/2024).

Ia mengatakan setelah Rakortekrembang disepakati akan dirangkaikan musrenbang melibatkan masyarakat luas, yang digelar Kamis (18/4/2024).

Kegiatan Rakortekrembang digelar selama 2 hari di Hotel Claro Kendari yang dihadiri oleh Kepala OPD dan jajaran Bappeda kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara. (B-Adv)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS