Pekerja PT VDNI dan PT OSS Mogok Kerja

Ahmad Jaelani

Reporter

Rabu, 22 Maret 2023  /  12:55 pm

Pekerja tambang di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, melakukan mogok kerja. Foto: Ist.

KENDARI, TELISIK.ID - Pekerja tambang di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, melakukan aksi mogok kerja hari ini, Rabu (22/3/2023), menyusul tuntutan mereka yang belum terpenuhi. PT OSS dan PT VDNI, tempat mereka bekerja, diketahui melakukan blokade jalan sehingga para pekerja yang tidak terlibat dalam aksi mogok harus memutar balik atau bergabung dengan para pekerja yang mogok.

Salah seorang narasumber saat dikonfirmasi Telisik.id via WhatsApp, Sultan, Sekretaris KSPN PT OSS, turut mengonfirmasi kebenaran aksi mogok kerja tersebut.

Dalam pamflet yang beredar, Aliansi Serikat Pekerja, SPTK Kabupaten Konawe, PUK KSPN VDNI dan OSS mendesak pimpinan manajemen pusat untuk mencopot jabatan HRD PT OSS dan PT VDNI. Selain itu, mereka juga mendesak perusahaan untuk melakukan perundingan PKB sesuai Permenaker 18 Tahun 2014 dan merealisasikan upah sesuai dengan link yang beredar di website upahkerja.com, termasuk tunjangan perumahan, tunjangan transportasi, dan tunjangan keluarga.

"Hari ini kami memulai aksi mogok kerja hingga tuntutan kami terpenuhi," kata salah seorang pekerja tambang yang ikut serta dalam aksi mogok tersebut.

Aksi mogok kerja ini berlangsung di seluruh wilayah PT VDNI, PT OSS, dan PLTU Jety. Namun, sejumlah pekerja tambang yang tidak terlibat dalam aksi mogok mengaku kesulitan untuk bekerja karena jalan-jalan menuju lokasi tambang dijaga ketat oleh para pekerja yang mogok.

Baca Juga: Serikat Buruh PT VDNI Serukan Demo, Pedagang Tutup Takut Ricuh

"Saya harus memutar balik dan tidak bisa masuk kerja hari ini karena jalan menuju tambang diblokir oleh para pekerja yang mogok," ujar salah seorang pekerja tambang yang tidak ikut serta dalam aksi mogok.

Kepolisian pun dikabarkan sudah turun tangan untuk mengamankan situasi di lokasi aksi mogok. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi dari perusahaan terkait dengan aksi mogok kerja yang sedang berlangsung.

Aksi mogok kerja ini membuat sejumlah pekerja tambang di Kendari terpaksa mengalami kerugian finansial karena tidak dapat bekerja. Namun, para pekerja tetap berkomitmen untuk melanjutkan aksi mogok sampai tuntutan mereka terpenuhi.

"Tidak masalah kalau kami tidak dapat bekerja sementara waktu. Yang penting, tuntutan kami harus dipenuhi," ujar salah seorang pekerja tambang yang terlibat dalam aksi mogok tersebut.

Baca Juga: Mediasi Tuntutan Aliansi Serikat Buruh di PT OSS dan VDNI Berjalan Damai

Ketua DPD KSPN Konawe, Yopi Wijaya Putra yang ditemui mengimbau kepada PUK KSPN PT VDNI dan PT OSS jika mogok kerja masih tetap dilaksanakan agar dilakukan dengan damai dan kondusif. Tak boleh ada riak-riak yang terjadi karena pergerakan tersebut sangat mudah ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Mogok kerja kalau memang terjadi harus diselenggarakan sesuai perundang-undangan yang berlaku, serta tidak terprovokasi. Dan mengutamakan komunikasi yang baik,” imbaunya.

Untuk pihak perusahaan sendiri belum dapat dikonfirmasi, karena aksi yang sedang berlangsung. (A)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS