Pelaku UMKM Kendari Didorong Naik Kelas Tanpa Abaikan HKI dan Sertifikat Halal
Reporter
Sabtu, 28 Februari 2026 / 10:19 pm
Tiga narasumber saat memberikan materi pada kegiatan bincang bisnis islami yang diadakan di STIE 66 Kendari, Jumat (27/2/2026). foto: Gede Suyana Sriski/Telisik
KENDARI, TELISIK.ID - Upaya mendorong UMKM agar mampu naik kelas terus dilakukan di Kota Kendari. Salah satunya melalui kegiatan bincang bisnis islami yang digelar di Kampus STIE 66, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi para pelaku usaha mengenai pentingnya sertifikasi halal dan perlindungan merek sebagai kunci meningkatkan daya saing produk.
Kegiatan tersebut digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE 66 Kendari berkolaborasi dengan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi, Koperasi dan Investasi (LPEKIN) BKPRMI Sulawesi Tenggara.
Kegiatan ini tidak hanya sosialisasi sertifikasi halal dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), tetapi juga menjadi ruang strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi para pelaku UMKM.
Baca Juga: Kementerian LH Tetapkan Muna Belum Layak Raih Adipura Pengelolaan Sampah, Mubar Peringkat Terakhir
Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pemuda remaja masjid, dosen/mahasiswa, serta pengusaha UMKM binaan LPEKIN-BKPRMI Provinsi Sulawesi Tenggara.
Hadir juga tiga narasumber, yakni Kabid Kekayaan Intelektual Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Linda F Saleh; Titien Rahayuningsih; dan Mahfudz.
Direktur LPEKIN-BKPRMI Provinsi Sulawesi Tenggara, Butsiadi Saleh, mengatakan bahwa bincang bisnis islami ini dirancang sebagai wadah pembinaan ekonomi serta wadah untuk berdiskusi seberapa penting sertifikasi halal dan HKI dalam produk UMKM.
"Melalui kegiatan ini, harapannya para pelaku UMKM, pemuda masjid serta dosen ataupun mahasiswa dapat menambah wawasan tentang urgensi daripada sertifikasi halal dan HKI bagi produk-produk UMKM," ujar Butsiadi.
Sebagian besar peserta bergerak di sektor kuliner dan pangan olahan, mulai dari usaha rumahan hingga produk tradisional yang telah dikemas.
Mereka mendapatkan pembekalan terkait pentingnya legalitas usaha, khususnya sertifikasi halal dan perlindungan merek, sebagai modal meningkatkan kepercayaan konsumen.
Butsiadi menilai, antusias yang tinggi dari peserta menunjukkan besarnya kebutuhan para pelaku UMKM terhadap ruang literasi ekonomi yang mudah diakses.
Baca Juga: Momen Bukber, BPR Bahteramas Kendari Lepas Dua SDM Terbaik ke Kursi Direksi
Ketua Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) STIE 66 Kendari, Bahtiar Abbas, mengatakan kegiatan yang diselenggarakan menghadirkan pemateri-pemateri yang berkompeten di bidangnya masing-masing.
"Kegiatan ini dilaksanakan juga merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi para pelaku UMKM. Kita harus mengetahui juga bagaimana tentang halal dan hak intelektual suatu produk dari sudut pandang perbankan," ujar Bahtiar.
Salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut, Linda F Saleh, mengatakan bahwa, dari kegiatan ini dapat melahirkan wirausaha-wirausaha baru sekaligus mendorong UMKM yang telah berjalan untuk berkembang lebih profesional dan berdaya saing.
"Selama ini banyak pelaku usaha semangat, tapi minim informasi. Dengan kegiatan BBI ini, kami membuka ruang untuk publik yang seluas-luasnya agar mereka bisa belajar langsung dari narasumber yang kompeten," harap Linda. (B)
Penulis: Gede Suyana Sriski
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS