Wabup Muna Asrafil Ndoasa Pastikan Jalan Mantobua-Korihi Segera Dikerjakan Usai Didemo
Sunaryo, telisik indonesia
Sabtu, 30 Mei 2026
0 dilihat
Wabup Muna, La Ode Asrafil Ndoasa; bersama Anggota DPRD, Rasmin, menermui pendemo yang memblokir jalan poros Mantobua-Korihi, Sabtu (30/5/2026). Foto : Sunaryo/Telisik
" Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna merespons aksi pemblokiran jalan poros Mantobua-Korihi di Kecamatan Lohia oleh warga setempat "

MUNA, TELISIK.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna merespons aksi pemblokiran jalan poros Mantobua-Korihi di Kecamatan Lohia oleh warga setempat.
Wakil Bupati (Wabup) Muna, La Ode Asrafil Ndoasa; bersama anggota DPRD, Rasmin; Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Ashar Dulu; Sekretaris Dinas PUPR, Adi Mulya; dan Sekretaris Dinas Kominfo, Fajar Fariki turun langsung menemui pendemo yang melakukan pemblokiran jalan, Sabtu (30/5/2026).
Asrafil menegaskan bahwa Pemkab Muna sangat memberi perhatian serius terhadap infrastruktur jalan di Kecamatan Lohia yang menjadi kawasan strategis pariwisata.
Sejak tahun 2025, menurut Asrafil, Pemkab Muna telah mengusulkan anggaran perbaikan pada Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun, pemerintah pusat menghilangkan DAK.
Baca Juga: Jemaah Haji Asal Wakatobi Meninggal Dunia di Tanah Suci
Pemkab Muna pun tahun 2026 ini kemudian mengalokasikan biaya perbaikan di APBD sebesar Rp 380 juta untuk panjang jalan 230 meter.
"Untuk di APBD, saya pastikan dalam waktu dekat akan segera dikerja," kata Asrafil.
Selain APBD, Pemkab Muna juga terus melakukan langkah-langkah dengan mengusulkan lewat Inpres Jalan Daerah (IJD).
Saat ini, kata Asrafil, Bupati Bachrun Labuta juga mengingatkan kembali janji anggaran pengaspalan sebesar Rp 4 miliar dari Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR).
"Pak bupati sementara berkoordinasi dengan gubernur. Semoga bisa terakomodir di perubahan APBD," harap Asrafil.
Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Muna, Adi Mulya, mengatakan total kerusakan jalan di Kecamatan Lohia sepanjang 16 km. Penanganan awal akan dikerjakan menggunakan APBD sebesar Rp 380 juta sepanjang 240 meter.
Untuk IJD telah diusulkan melalui aplikasi Setia sebesar Rp 22 miliar dengan rincian poros Mantobua-Lohia Rp 6 miliar, Lohia-Lakarinta Rp 9 miliar, dan Lohia-Napabale Rp 7 miliar.
"Potensi IJD besar. Kita juga saat ini tengan berupaya mengejar janji gubernur," katanya.
Sementara Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Muna, Ashar Dulu, menyebut janji Gubernur ASR untuk jalan lingkungan sebesar Rp 4 miliar. Untuk itu, pihaknya menyiasati menjadikan poros Mantobua-Korihi sebagai jalan lingkungan.
Baca Juga: Akibat Kelaparan Seorang Lansia Ditemukan Pingsan Berhari-hari di Hutan Buton Selatan
Saat ini, kata Ashar, pihaknya tengah membuat usulan dan kajian tehnis untuk diserahkan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sultra.
"Jalan kita sudah ukur. Insya Allah, kita menunggu di perubahan APBD Sultra," ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Muna, Rasmin, berjanji akan terus mengawal usulan IJD. Kata politisi Demokrat itu, sejak tahun 2025, ia telah mengajukan usulan perbaikan jalan di Lohia pada Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae.
"Saya sudah cek di aplikasi Setia, anggaran IJD untuk tiga ruas jalan di Lohia telah masuk," tandasnya. (A)
Penulis: Sunaryo
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS