Program Rumpon PT GKP Dorong Efisiensi Biaya dan Produktivitas Nelayan Pesisir Wawoni
Reporter
Selasa, 31 Maret 2026 / 4:37 pm
Proses pembuatan dan pemasangan rumpon di perairan lepas Wawonii Tenggara, Sulawesi Tenggara untuk meningkatkan efektivitas penangkapan ikan dan menghemat waktu serta biaya melaut. Foto: Ist.
WAWONII, TELISIK.ID - Program pemasangan rumpon yang dijalankan PT Gema Kreasi Perdana (GKP) di perairan lepas Wawonii Tenggara, Sulawesi Tenggara, mulai mendorong perubahan pola tangkap nelayan menjadi lebih terarah, efisien dan terencana, sekaligus membuka peluang pengelolaan perikanan yang lebih tertib di tingkat komunitas pesisir.
Inisiatif ini menghadirkan satu unit rumpon yang kini dimanfaatkan nelayan dari sejumlah desa pesisir. Pada tahap awal, perusahaan melakukan uji coba disertai pemantauan dan evaluasi untuk mengukur dampak terhadap hasil tangkapan.
Community Development Supervisor PT GKP, Muhammad Sahib Fabanyo mengatakan, masyarakat pesisir merupakan bagian penting dalam pembangunan wilayah kepulauan seperti Wawonii.
“Beroperasi di wilayah kepulauan, masyarakat pesisir adalah bagian integral dari kemajuan daerah ini. Program rumpon ini kami hadirkan untuk memperkuat produktivitas mereka, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut,” ujarnya.
Secara teknis, rumpon berfungsi sebagai titik berkumpulnya ikan, sehingga nelayan memiliki lokasi tangkap yang lebih pasti. Kondisi ini mengurangi ketergantungan pada perkiraan dan pengalaman semata saat melaut.
Dampak tersebut mulai dirasakan langsung oleh nelayan. Oscar, nelayan asal Desa Roko-Roko, mengaku proses pencarian ikan kini menjadi lebih efisien.
“Dengan adanya rumpon ini, kami jadi lebih mudah mencari ikan. Biasanya kami harus berjam-jam mencari lokasi, sekarang sudah lebih terarah. Ini sangat membantu kami, terutama dalam menghemat biaya (utamanya biaya bahan bakar) dan waktu,” ungkapnya.
Selain meningkatkan efisiensi, keberadaan rumpon juga mendorong interaksi antar nelayan, terutama dalam berbagi informasi terkait lokasi dan waktu penangkapan.
Perwakilan Koperasi Nelayan Sejahtera Desa Teporoko, Ardan, menilai program ini menjadi langkah awal menuju sistem perikanan yang lebih terorganisir.
“Program ini bukan hanya membantu nelayan dalam meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga mendorong pola melaut yang lebih terencana. Dengan adanya titik-titik rumpon, nelayan bisa lebih terarah, saling berbagi informasi, dan mulai membangun pengelolaan perikanan yang lebih tertib dan berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut Ardan, pola tangkap yang lebih terstruktur akan membantu nelayan mengoptimalkan waktu melaut sekaligus mengurangi tekanan terhadap sumber daya laut.
Program ini juga melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pemasangan, guna memastikan pengelolaan rumpon dapat dilakukan secara kolektif oleh komunitas pesisir.
Dari sisi perusahaan, inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Corporate Social Responsibility (CSR) atau Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) untuk mendorong kemandirian masyarakat.
Manager Strategic Communications PT GKP, Hendry Drajat, menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah rumpon yang dipasang, tetapi dari keberlanjutan pengelolaannya oleh masyarakat.
Baca Juga: PT GKP Tegaskan Komitmen Pemulihan Lingkungan Konawe Kepulauan Meski IPPKH Dicabut
“Ke depan, kami melihat program ini tidak berhenti pada penambahan dan pengembangan rumpon di beberapa titik desa lain di wilayah lingkar tambang saja. Yang lebih penting adalah bagaimana manfaatnya bisa berkelanjutan dan dikelola langsung oleh masyarakat,” terangnya.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas kelompok nelayan akan terus didorong, termasuk dalam pengelolaan hasil tangkapan dan praktik penangkapan yang bertanggung jawab.
“Kami berharap program ini bisa berkembang bersama masyarakat. Sehingga ke depan, tidak hanya meningkatkan produktivitas saja, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi komunitas pesisir secara lebih luas,” tutupnya. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS