Ramadan Dekat Kios Banyak Kosong, Pasar Sentral Wangi-wangi Wakatobi Bakal Ditata Ulang

Zulkifli Herman Tumangka

Reporter

Minggu, 15 Februari 2026  /  9:15 pm

Wakil Bupati Wakatobi, Safia Wualo(kiri), Kadis Ketahanan Pangan Wakatobi, Sulaeman(tengah), Sekretaris Daerah Kabupaten Wakatobi, Nadar(kanan), saat sesi wawancara bersama awak media. Foto: Zulkifli Herman T/Telisik

WAKATOBI, TELISIK.ID - Menjelang Ramadan, pemerintah daerah melakukan sidak dan menemukan banyak kios kosong serta penataan pedagang yang belum tertib.

Kondisi tersebut menjadi temuan utama saat Pemerintah Kabupaten Wakatobi melakukan inspeksi mendadak menjelang Ramadan 2026 Masehi atau 1447 Hijriah.

Sidak yang semula difokuskan untuk memantau stabilitas harga bahan pokok justru memperlihatkan persoalan lain, yakni pemanfaatan kios yang belum optimal serta penataan pedagang yang dinilai belum tertib.

Sejumlah area terlihat tidak aktif sehingga aktivitas jual beli tidak tersebar merata di seluruh bagian pasar.

Tim pemerintah daerah menyusuri setiap blok, memeriksa lapak sembako, sayuran, ikan, hingga kebutuhan rumah tangga. Dalam pantauan tersebut, beberapa kios tampak terkunci tanpa tanda kegiatan.

Baca Juga: Dua Desa di Muna Tuntas Laksanakan Pilkades PAW, Dua Berproses dan Satu Buka Pendaftaran Ulang

Di sisi lain, pedagang justru menumpuk di satu titik yang ramai dilalui pembeli. Kondisi ini membuat arus pengunjung terkonsentrasi di satu lokasi dan menyulitkan masyarakat mencari komoditas tertentu karena letaknya terpencar.

Wakil Bupati Wakatobi, Safia Wualo, mengatakan pasar seharusnya ditata berdasarkan jenis dagangan agar lebih rapi dan memudahkan pengunjung.

Ia menilai pengelompokan komoditas akan membantu pembeli sekaligus membuat pedagang lebih tertib dalam menempati ruang usaha yang telah disediakan pemerintah daerah.

“Kalau pedagang ikan difokuskan di satu area, sayur di area lain, begitu juga sembako, maka pasar akan lebih tertib dan nyaman,” ujarnya kepada awak media, pada Jumat (13/2/2026).

Selain penataan zonasi, Safia juga menyoroti banyaknya kios yang belum dimanfaatkan. Ia menyebut kondisi tersebut perlu segera dievaluasi karena masih ada warga yang ingin berdagang tetapi belum mendapatkan tempat.

Menurutnya, kios yang lama tidak difungsikan sebaiknya didata ulang agar dapat dialihkan kepada pedagang baru.

“Masih banyak masyarakat yang ingin berjualan, sementara kios justru dibiarkan kosong. Ini yang harus dicarikan solusinya,” tegas Safia.

Di lokasi yang sama, Sekretaris Daerah Nadar mengakui penataan pasar menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Dari hasil pemantauan langsung, sekitar 45 persen ruang dagang belum terisi.

Baca Juga: Link Video Viral Mahasiswi KKN 13 Menit Bikin Geger, Sempat Sewa Rumah Warga jadi Posko

Angka tersebut dinilai cukup besar mengingat pasar sentral berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan kios dan distribusi pedagang. Pendataan ulang akan dilakukan untuk memastikan kios aktif benar-benar dimanfaatkan, sementara kios kosong dapat diberikan kepada pedagang yang membutuhkan.

Selain itu, pengelompokan berdasarkan klaster komoditas juga masuk dalam rencana penataan.

“Fakta di lapangan sudah kita lihat bersama. Ini akan menjadi bahan kajian untuk menentukan langkah penataan pasar ke depan,” kata Nadar.

Meski persoalan tata ruang menjadi sorotan, pemerintah memastikan ketersediaan bahan pangan relatif aman. Stok beras, gula, minyak goreng, serta komoditas utama lainnya dilaporkan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan. Harga sejumlah barang juga terpantau stabil tanpa lonjakan signifikan. (B)

Penulis: Zulkifli Herman Tumangka

Editor: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS