Ratusan Kelompok Tani Konawe Terima Bantuan Sapi

Fitrah Nugraha

Reporter

Sabtu, 02 Mei 2020  /  7:36 pm

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, saat memantau perkembangan tempat peternakan sapi. Foto: Ist.

KONAWE, TELISIK.ID – Sejak program sejuta sapi digelontorkan pada awal tahun 2019 lalu, 100 kelompok tani telah menerima bantuan sapi dari program tersebut.

Kepala Disnakeswan Konawe, Jumrin S.Pt mengungkapkan, program sejuta sapi ini merupakan program terobosan yang dilakukan Pemda Konawe sejak pemerintahan Kery Saiful Konggoasa bersama pasangannya Gusli Topan Sabara, ST, MM sebagai Bupati dan Wakil Bupati Konawe periode 2019 – 2023.

Menurutnya, pada tahun pertama 2019 lalu, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 25 miliar untuk mendukung program sejuta sapi tersebut.

Dimana, kata dia, anggaran itu digunakan untuk mendatangkan 1.000 sapi yang tidak hanya mengembangkan dan pengadaan sapi lokal yang beratnya sekitar 300 kg, tetapi Pemda juga memberikan bantuan sapi brahma pada kelompok petani yang bobotnya ditaksir mencapai satu ton lebih yang didatangkan dari Jawa dan Sulawesi Utara.

“Sejak program ini dijalankan pada awal 2019 lalu, kelompok tani yang sudah mendapatkan bantuan ada sekitar 100 kelompok dan setiap kelompok dapat 10 ekor sapi,” katanya.

Hanya memang, tambah dia, yang baru terealisasi dari program sejuta sapi tahun lalu baru sekitar 50 persen yang tergantung dari kondisi keuangan daerah juga. Maka diharapkan tahun 2020 ini masih bisa disusul 500 ekor sapi lainnya, namun bukan hanya ternak sapi saja tapi juga bisa unggas lainnya,” katanya.

Baca juga: Bupati Konawe Bagikan 250 Paket Sembako di Dua Kelurahan

Jumrin melanjutkan, meski proses pengadaan sapi ini dilakukan secara bertahap dan disesuaikan kemampuan pendanaan dari kontraktor, tetapi pihaknya terus melakukan pengawasan. Sebab jangan sampai setelah bantuan tersebut diserahkan lantas sapinya ditelantarkan atau dijual begitu saja.

Sebelumnya juga, untuk memastikan penerima bantuan ini memang layak menerima Disnakeswan Konawe telah melakukan survei calon penerima dan calon lokasi (CPCL), serta telah melakukan presentase di hadapan tim pengawal, pengamanan pemerintah dan pembangunan daerah (TP4D) Konawe.

Sementara itu, Ia melanjutkan, untuk tahun 2020 ini pihaknya tetap mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20 miliar lebih untuk mendukung program sejuta sapi ini. sehingga, tahun ini tetap ada distribusi ternak di masyarakat, dan untuk sarana pra sarananya juga tetap dikembangkan, penghijauan pangan ternak tempat pengembalaan ternak dan pencegahan penyakit ternak. Sedangkan pencairannya akan dilakukan secara bertahap.

Untuk memastikan penyaluran bantuan ini tepat sasaran, Disnakeswan juga melakukan berbagai kerjasama dengan pihak setempat, untuk mengawasi dan mengontrol para penerima bantuan dari kelompok tani agar setelah menerima bantuan ternak sapi ini bisa dikelola dengan baik.

Sejumlah sapi yang ada di tempat peternakan sapi di Konawe.Foto: Ist.

Sebab jangan sampai kelompok tani telah menerima bantuan namun di tengah jalan mereka mengabaikan bantuan tersebut, sehingga perawatannya jadi kurang bagus dan sebagainya.

“Dengan adanya kerjasama dengan pihak setempat tersebut, kalau ada yang kedapatan lalai dalam mengelolanya, maka pihaknya akan memberikan teguran,” ujarnya.

Ia pun menuturkan, daerah Konawe termasuk daerah kelahiran atau penambahan populasi sapi yang tertinggi daripada kabupaten dan kota lainnya yang ada di Sultra. Pada tahun 2018 saja, populasi sapi sekitar 9.800 ekor, dan yang dikonsumsi rata-rata ada sekitar 6.000 ekor pertahun. Untuk tahun 2019 sendiri, belum kita data tapi targetnya itu 12.000 ekor. Sedangkan 2020 nanti di akhir tahun baru mulai didata.

Melalui program ini, ia berharap tidak hanya meningkatkan kebutuhan pangan masyarakat tetapi juga bisa menciptakan lapangan kerja dengan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan sumber daya petani itu sendiri.

Apalagi di Kabupaten Konawe dikenal memiliki potensi ternak terbesar di Sultra dan memiliki lahan sawah yang cukup luas dibanding daerah lainnya. (adv)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Rani

TOPICS