Selat Hormuz Ditutup Iran, Bahlil Klaim Cadangan Minyak Nasional Hanya Cukup 20 Hari

Ahmad Jaelani

Reporter

Selasa, 03 Maret 2026  /  9:43 am

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: Repro Antara/BBC

JAKARTA, TELISIK.ID - Pergerakan harga minyak dunia mulai menunjukkan kenaikan setelah jalur pelayaran utama energi global di kawasan Teluk terganggu.

Penutupan Selat Hormuz memicu kewaspadaan banyak negara pengimpor, termasuk Indonesia, yang bergantung pada pasokan minyak mentah dari pasar internasional. Pemerintah menilai situasi ini perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi ketahanan cadangan energi nasional dalam waktu dekat.

Kondisi tersebut muncul setelah Iran mengumumkan penghentian sementara aktivitas pelayaran energi menyusul eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Jalur itu selama ini menjadi lintasan utama distribusi minyak dan gas alam cair dari negara-negara produsen menuju Asia dan kawasan lain.

Gangguan logistik langsung tercermin pada pasar komoditas yang bergerak fluktuatif sejak awal pekan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah segera menggelar rapat koordinasi bersama Dewan Energi Nasional guna menghitung dampak aktual terhadap stok nasional.

Ia menyampaikan pernyataan itu di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin siang, seusai menghadiri agenda terbatas bersama jajaran kabinet.

Baca Juga: Anak Pejabat Dibolehkan Akses LPDP dengan Skema Bayar Parsial, Begini Mekanismenya

“Saya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional. Setelah itu baru saya akan menyampaikan hasil analisa dan kajian dari DEN,” ujar Bahlil, seperti dikutip dari Tribunnews, Selasa (3/3/2026).

Ia menambahkan bahwa pemerintah memilih menunggu data komprehensif sebelum mengambil keputusan strategis terkait distribusi maupun kebijakan cadangan energi.

Menurut Bahlil, kenaikan harga minyak mentah global sudah mulai terlihat meskipun belum signifikan.

“Perlahan-lahan sebagian sudah ada perubahan harga naik,” katanya.

Pemerintah, kata dia, memantau perkembangan harian untuk memastikan tidak terjadi gangguan terhadap kebutuhan dalam negeri..Ia juga mengungkapkan posisi cadangan minyak nasional saat ini.

“Sampai hari ini enggak ada masalah, tapi harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia menyebut stok yang tersedia diperkirakan hanya mampu menopang kebutuhan sekitar 20 hari.

Penutupan selat diumumkan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps, yang menilai situasi keamanan kawasan belum kondusif bagi aktivitas pelayaran komersial.

Keputusan tersebut berdampak luas karena selat itu menghubungkan Teluk Oman dan Teluk Persia dengan Laut Arab, serta menjadi titik vital perdagangan energi dunia.

Baca Juga: Heboh SPPG Menu MBG Ramadan Tak Layak Konsumsi Distop, Roti Berjamur dan Buah Berulat hingga Telur Mentah

Data pelayaran internasional menunjukkan sekitar 20 persen konsumsi minyak global dan seperlima perdagangan LNG melewati rute tersebut. Negara anggota OPEC seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengandalkan jalur itu untuk ekspor minyak mentah, sementara Qatar menyalurkan hampir seluruh LNG melalui lintasan yang sama.

Sejumlah perusahaan pelayaran dan pedagang energi dilaporkan menunda pengiriman untuk sementara waktu sambil menunggu kejelasan keamanan. Situasi ini menambah tekanan pada rantai pasok global serta memicu penyesuaian kontrak pengiriman di beberapa pasar Asia.

Di tengah perkembangan tersebut, pemerintah Indonesia menunggu hasil kajian resmi DEN sebagai dasar penentuan langkah lanjutan. Evaluasi itu akan mencakup skema pengamanan stok, diversifikasi pasokan, serta perhitungan dampak fiskal terhadap subsidi energi, agar distribusi dalam negeri tetap berjalan normal. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS