SMAN 11 Kendari Panen Medali di O2SN, Satu Tiket Provinsi Sudah Diamankan
Reporter
Sabtu, 27 Juni 2026 / 9:51 am
Siswa SMAN 11 Kendari saat seleksi O2SN di Lapangan Universitas Halu Oleo. Foto: Ist.
KENDARI, TELISIK.ID - SMAN 11 Kendari sukses membuktikan efektivitas program pembinaan bakatnya dalam Seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Kendari yang berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026 lalu.
Dalam ajang tersebut, seluruh delegasi yang dikirimkan sekolah berhasil membawa pulang total tiga medali di jajaran tiga besar.
Pencapaian utama diraih oleh Maharani Mutia Zilullah, atlet cabang olahraga (cabor) Atletik kategori Putri, yang sukses menyabet Juara 1 dan resmi mengamankan tiket untuk mewakili Kota Kendari ke tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.
Prestasi gemilang tersebut diperkuat oleh capaian dua delegasi sekolah lainnya yang juga naik podium di tingkat kota. Pada cabor Atletik kategori Putra, Muh. Alhusna Saruha berhasil meraih Juara 2.
Sementara pada cabor Bulu Tangkis Tunggal Putri, Alissa Septiani Laily Ramadani turut menyumbangkan medali setelah keluar sebagai Juara 2 tingkat kota.
Walau langkah peraih Juara 2 terhenti di tingkat kota dan tidak melanjutkan ke tingkat provinsi, raihan ini menegaskan konsistensi SMAN 11 Kendari dalam mempertahankan tradisi prestasi.
Keberhasilan para siswa dalam mengamankan posisi tiga besar ini menjadi bukti nyata bahwa sistem pembinaan terfokus yang diterapkan oleh pihak sekolah berjalan dengan sangat baik dan efisien.
Baca Juga: 10 Atlet Wakili Sulawesi Tenggara di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)
Menanggapi capaian tersebut, Kepala SMAN 11 Kendari, La Ode Jaiddin, menyatakan rasa bangga dan apresiasi tertingginya atas perjuangan seluruh siswa.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menghargai kerja keras siswa, manajemen sekolah memberikan penghargaan (reward) khusus kepada seluruh peraih juara tersebut.
"Meskipun saat ini baru satu siswa yang melaju ke tingkat provinsi, pencapaian dari seluruh tim ini sudah sangat membanggakan bagi SMAN 11 Kendari. Berhasil masuk dalam jajaran tiga besar tingkat kota adalah modal yang solid. Pada kompetisi selanjutnya, target kita adalah meningkatkan kualitas pembinaan agar mampu meraih posisi pertama secara merata," ujarnya kepada telisik.id, Sabtu (27/6/2026).
Guna mengoptimalkan persiapan Maharani menjelang laga di tingkat provinsi, SMAN 11 Kendari langsung bergerak memperkuat sinergi dengan tim guru olahraga untuk mengintensifkan porsi latihan.
Pihak sekolah berkomitmen mengupayakan dukungan maksimal dan memfasilitasi seluruh proses persiapan agar delegasi sekolah dapat tampil dengan performa terbaiknya sesuai target yang diharapkan.
Sinergi yang solid ini didasari oleh adanya program pembinaan jangka panjang (sustainable) dan terarah yang dikembangkan SMAN 11 Kendari.
Melalui program ini, kepala sekolah mengarahkan para guru olahraga yang kompeten untuk jeli memetakan serta menjaring bibit unggul sejak dini.
Terdapat tiga cabor ekstrakurikuler yang menjadi andalan utama sekolah karena konsistensinya menyumbang prestasi, yakni Atletik, Pencak Silat, dan Bulu Tangkis, di samping cabor Futsal yang juga kerap menorehkan juara.
Dalam metode pelatihan, SMAN 11 Kendari menerapkan strategi kolaboratif yang fleksibel.
Latihan rutin harian dipimpin langsung oleh guru olahraga internal sekolah yang kompeten.
Sementara untuk cabor tertentu seperti pencak silat, sekolah mendatangkan pelatih ahli dari luar dengan fasilitas tempat latihan yang dipenuhi oleh sekolah.
Selain itu, sekolah juga mendukung penuh siswa yang ingin memperluas pengalaman bertanding dengan bergabung di klub-klub luar sekolah demi membentuk keterampilan masa depan mereka.
Guna mendukung kenyamanan siswa selama berlatih, SMAN 11 Kendari menjamin pemenuhan sarana dan prasarana olahraga secara optimal.
Baca Juga: Kembali Gelar O2SN, Dikbud Sulawesi Tenggara Target Medali Emas Semua Cabang di Tingkat Nasional
Guru olahraga diarahkan untuk aktif memetakan kebutuhan inventaris baru jauh-jauh hari sebelum fasilitas rusak, sehingga proses latihan di lapangan tetap berjalan kondusif tanpa kendala berarti berkat komunikasi yang solid antar-lini.
Selain fasilitas fisik, pembentukan mental bertanding menjadi fokus utama pimpinan sekolah.
La Ode Jaiddin menekankan bahwa latihan keras harus diimbangi dengan pengalaman tanding yang matang agar mental siswa terbentuk kuat, tidak canggung (karbitan), serta mampu membaca situasi lapangan yang sesungguhnya.
Pendekatan suportif ini diterapkan secara adil dan merata oleh SMAN 11 Kendari, baik untuk prestasi non-akademik (O2SN) maupun prestasi akademik (OSN). (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS