Sosok Jin Dasim, Punya Misi Khusus untuk Rusak Keharmonisan Rumah Tangga dengan Cara Halus
Reporter
Kamis, 19 Maret 2026 / 1:24 pm
Tayangan trailer Jin Dasim, dikenal dalam ajaran Islam sebagai pengganggu keharmonisan rumah tangga manusia. Foto: YouTube@starvisionfilm
JAKARTA, TELISIK.ID - Kehadiran Jin Dasim diyakini memiliki peran mengganggu keharmonisan rumah tangga manusia melalui cara-cara halus dan sulit disadari.
Dalam ajaran Islam, keberadaan jin tidak hanya dipahami sebagai makhluk gaib yang tak kasatmata, tetapi juga memiliki tugas tertentu dalam kehidupan manusia.
Salah satu yang kerap dibahas dalam literatur keislaman adalah Jin Dasim, yang dikenal sebagai sosok dengan peran khusus dalam memicu konflik rumah tangga.
Penjelasan mengenai Jin Dasim banyak ditemukan dalam sejumlah kitab dan karya ulama. Ahmad Zacky El-Syafa, dalam bukunya tentang gangguan setan di rumah, menyebut bahwa Jin Dasim termasuk golongan setan yang berupaya merusak hubungan suami istri.
Gangguan yang dilakukan tidak selalu tampak nyata, melainkan melalui bisikan yang memengaruhi emosi, pikiran, dan perasaan manusia.
Baca Juga: Player ONIC Filipina Brusko Resmi Mualaf di Masjid Indonesia: New Journey, Alhamdulillah
Melansir dari Detik, Kamis (19/3/2026), dalam praktiknya, Jin Dasim diyakini bekerja dengan menanamkan rasa curiga, marah, hingga kebencian tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini dapat membuat pasangan mudah tersulut konflik, bahkan dalam persoalan sederhana. Ketika situasi ini berulang tanpa penyelesaian, hubungan rumah tangga berpotensi mengalami keretakan.
Selain memicu konflik, Jin Dasim juga disebut memanfaatkan kelengahan manusia dalam beribadah. Dalam beberapa riwayat, dijelaskan bahwa setan dapat ikut serta dalam aktivitas manusia, seperti makan, apabila tidak diawali dengan menyebut nama Allah. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga kebiasaan dzikir dalam aktivitas sehari-hari.
Lebih jauh, Jin Dasim juga dikaitkan dengan kebiasaan menempati ruang kosong di dalam rumah. Ruangan yang jarang digunakan atau tidak pernah diisi dengan aktivitas ibadah disebut lebih rentan menjadi tempat singgah makhluk gaib.
Oleh karena itu, sejumlah anjuran dalam Islam mendorong umat untuk menjaga rumah tetap hidup dengan bacaan Al-Qur’an dan dzikir.
Dalam hadits riwayat Imam Muslim dijelaskan bahwa setan tidak akan mendapatkan tempat tinggal maupun makanan di rumah yang penghuninya senantiasa berdzikir saat masuk dan makan. Sebaliknya, kelalaian dalam menyebut nama Allah membuka peluang bagi setan untuk masuk dan menetap.
Untuk mencegah gangguan tersebut, terdapat beberapa langkah yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Salah satu yang paling sering disebut adalah membaca Surat Al-Baqarah di dalam rumah. Surat ini diyakini memiliki keutamaan sebagai pelindung dari gangguan setan, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai riwayat hadits
Selain itu, kebiasaan sederhana seperti mengucapkan salam saat masuk rumah juga menjadi bagian penting. Ucapan salam tidak hanya berfungsi sebagai adab, tetapi juga diyakini dapat menghadirkan ketenangan dan perlindungan dari gangguan makhluk gaib.
Langkah lain yang dianjurkan adalah membersihkan tempat tidur sebelum digunakan. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari, disebutkan bahwa seseorang dianjurkan mengibaskan tempat tidurnya sambil membaca basmalah. Tindakan ini dipahami sebagai bentuk ikhtiar untuk menghindari gangguan yang tidak terlihat.
Baca Juga: Rumah Tusuk Sate Kerap Bawa Sial ke Pemilik, Begini Penjelasan Islam dan Feng Shui
Upaya pencegahan juga mencakup sikap tidak merespons gangguan secara berlebihan. Dalam ajaran Islam, seseorang dianjurkan untuk tetap tenang dan memperbanyak dzikir ketika menghadapi hal-hal yang dianggap janggal. Respons yang berlebihan justru diyakini dapat memperkuat gangguan tersebut.
Secara keseluruhan, pembahasan mengenai Jin Dasim menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan spiritual dan hubungan sosial dalam rumah tangga. Dengan membiasakan dzikir, membaca Al-Qur’an, serta menjaga komunikasi yang baik antaranggota keluarga, potensi konflik dapat diminimalkan.
Pemahaman ini juga menegaskan bahwa keharmonisan rumah tangga tidak hanya dipengaruhi faktor lahiriah, tetapi juga aspek batiniah yang berkaitan dengan keimanan dan praktik ibadah sehari-hari. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS