Bangga pada Puluhan Santri Desa Moolo, Bupati Muna Wajibkan Pejabat Bisa Baca Al-Qur'an
Sunaryo, telisik indonesia
Sabtu, 09 Mei 2026
0 dilihat
Bupati Muna, Bachrun Labuta, bersama Kades Moolo, Nasir, memberikan hadiah pada santri yang telah menyelesaikan bacaan Al-Qur'an. Foto : Sunaryo/Telisik
" Bupati Muna, Bachrun Labuta, menghadiri khotmil Qur'an di Desa Moolo, Kecamatan Batukara "

MUNA, TELISIK.ID - Bupati Muna, Bachrun Labuta, menghadiri khotmil Qur'an di Desa Moolo, Kecamatan Batukara, Sabtu (9/4/2026).
Bachrun menyatakan sangat bangga para satri Desa Moolo yang telah menamatkan bacaan Al-Qur'an.
Menurut Bachrun, Al-Qur'an terdiri dari tiga bagian isi, yakni tentang aturan kehidupan, sejarah, dan doa. Ia mengingatkan bahwa kitab suci Al-Qur'an sangat berarti ketika sering dibaca.
Baca Juga: Tes CAT Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih Bermasalah, Begini Penjelasan Kemenkop
"Bukannya setelah dibeli disimpan di dalan lemari. Jangan selalu memandang remeh Al-Qur'an," pinta Bachrun.
"Setiap huruf Al-Qur'an adalah kebaikan. Jadi, budayakanlah membaca Al-Qur'an," imbuhnya.
Bachrun mencontohkan dirinya, di sela-sela kesibukannya mengurus daerah, ia setiap hari meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an.
Berkat keberhasilan santri Desa Moolo mengkhatamkan bacaan Al-Qur'an, Bachrun kemudian mewajibkan seluruh pejabat di Bumi Sowite bisa baca Al-Qur'an.
Sebab, kata Bachrun, dengan sering membaca Al-Qur'an akan lebih mendekatkan diri dengan Allah, sehingga membuat masa depan membaik.
"Seluruh pejabat harus pandai mengaji. Contohlah anak-anak (santri) kita ini, mereka sudah bisa menyelesaikan bacaannnya," tandasnya.
Baca Juga: Pembentukan TIMPORA di Bombana, Imigrasi Perkuat Pengawasan Orang Asing dan Cegah TPPO
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Moolo, Nasir, mengatakan jumlah santri yang telah menamatkan bacaan Al-Qur'an sebanyak 40 orang yang terbagi dua tempat pengajian Al-Qur'an (TPA).
Nasir menyampaikan apresiasi pada Bupati Bachrun Labuta yang telah mengintruksikan memberi honor untuk para guru ngaji dengan menggunakan dana desa.
"Dengan aktifnya guru ngaji itu pula sehingga bisa mencetak generasi yang cerdas dan berbudi pekerti luhur," kata Nasir. (B)
Penulis: Sunaryo
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS