Rumah Tusuk Sate Kerap Bawa Sial ke Pemilik, Begini Penjelasan Islam dan Feng Shui

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 12 Maret 2026
0 dilihat
Rumah Tusuk Sate Kerap Bawa Sial ke Pemilik, Begini Penjelasan Islam dan Feng Shui
Rumah tusuk sate berbentuk ujung pertigaan jalan sering dikaitkan mitos kesialan menurut sebagian masyarakat. Foto: Repro Purwanti/Pikiran Rakyat

" Banyak orang menyebutnya rumah tusuk sate dan mengaitkannya dengan berbagai mitos tentang kesialan "

JAKARTA, TELISIK.ID - Posisi rumah yang berdiri tepat di ujung pertigaan jalan sering memunculkan beragam anggapan di tengah masyarakat. Banyak orang menyebutnya rumah tusuk sate dan mengaitkannya dengan berbagai mitos tentang kesialan.

Dalam kehidupan sehari-hari, istilah rumah tusuk sate digunakan untuk menyebut hunian yang berada di titik akhir sebuah jalan lurus yang bertemu persimpangan.

Bentuk posisi tersebut menyerupai huruf T; garis tegak menggambarkan jalan yang mengarah langsung ke rumah, sedangkan garis mendatar menunjukkan deretan bangunan di sisi persimpangan.

Melansir dari Detik, Kamis (12/3/2026), letak rumah yang berada tepat di tengah ujung jalan membuat bangunan tersebut berhadapan langsung dengan arus kendaraan maupun aktivitas lalu lintas.

Kondisi ini kemudian melahirkan berbagai pandangan, mulai dari pertimbangan keamanan hingga keyakinan yang berkembang dalam tradisi masyarakat.

Dalam sejumlah kepercayaan yang beredar, rumah tusuk sate sering dikaitkan dengan nasib kurang baik bagi penghuninya. Anggapan tersebut bahkan kerap menjadi pertimbangan sebagian orang sebelum membeli atau menempati sebuah rumah.

Pandangan Islam tentang Rumah Tusuk Sate

Dalam pandangan Islam, keyakinan mengenai rumah tusuk sate yang membawa kesialan tidak memiliki dasar ajaran agama. Penjelasan tersebut disampaikan oleh Ustadz Khalid Basalamah dalam salah satu ceramahnya.

"Mau tusuk sate, mau tusuk apa... rumah dibangun dengan uang halal, mau di ujung gang, mau di samping, mau bentuknya kotak, nggak ada masalah sama sekali," terang Ustadz Basalamah dalam video yang diunggah akun YouTube Sebuah Kisah Official.

Baca Juga: Teman Klub Cristiano Ronaldo, Kapten Al Nassr Women Kathellen Sousa Resmi Mualaf

Ia menegaskan bahwa posisi rumah tidak berkaitan dengan keberuntungan maupun kesialan seseorang. Keyakinan yang mengaitkan peristiwa tertentu dengan hal yang tidak memiliki hubungan syariat disebut sebagai tathayyur.

Dalam konteks tersebut, Islam memandang bahwa keberuntungan atau musibah tidak ditentukan oleh letak bangunan, melainkan oleh kehendak Tuhan serta ikhtiar manusia dalam menjalani kehidupan.

Pandangan Feng Shui tentang Rumah Tusuk Sate

Sementara itu, dalam kajian feng shui, posisi rumah tusuk sate memiliki sejumlah penjelasan yang berbeda. Buku Buku Lengkap Shio & Feng Shui karya Tjahyadi Budi Santosa menjelaskan bahwa ciri utama rumah tusuk sate adalah bagian depan rumah menghadap langsung ke pertigaan jalan.

Dalam perspektif feng shui, posisi tersebut dianggap kurang ideal karena berkaitan dengan aliran energi yang masuk ke dalam rumah. Aliran energi yang datang dari jalan lurus dipercaya bergerak terlalu cepat sehingga tidak terserap dengan baik oleh bangunan.

Beberapa alasan yang kerap dikemukakan dalam feng shui terkait rumah tusuk sate antara lain:

1. Posisi rumah tidak menerima energi qi dengan baik sehingga energi sudah rusak sebelum masuk ke dalam ruangan.

2. Rumah dianggap menerima “panah beracun” atau poison arrow karena posisinya seperti tertusuk oleh jalan.

3. Aliran angin dari jalan lurus menuju rumah dinilai terlalu kuat dan langsung menghantam bangunan.

Meski demikian, dalam praktik feng shui terdapat sejumlah langkah yang disebut dapat mengurangi dampak tersebut.

Beberapa cara yang sering disarankan antara lain memasang benda tertentu di bagian depan rumah, seperti cermin bagua, lonceng angin, atau elemen air. Selain itu, pembuatan taman atau kolam kecil di sisi rumah juga disebut dapat membantu menyeimbangkan aliran energi.

Penanaman pohon yang cukup tinggi di bagian depan rumah juga kerap disarankan sebagai penahan angin serta sebagai penghalang langsung antara jalan dan bangunan.

Mitos yang Berkembang di Masyarakat

Di berbagai daerah, rumah tusuk sate juga sering dikaitkan dengan sejumlah mitos yang beredar secara turun-temurun. Cerita tersebut biasanya berkembang melalui pengalaman masyarakat atau kisah yang diceritakan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Baca Juga: Mistik: Cerita Viral Perempuan Diteror Jin Selama 29 Tahun hingga Sulit Salat

Beberapa mitos yang kerap disebutkan mengenai rumah tusuk sate antara lain:

1. Hubungan keluarga penghuni rumah dianggap lebih mudah mengalami konflik.

2. Rumah diyakini memiliki aura negatif yang membawa nasib kurang baik.

3. Penghuninya disebut lebih rentan mengalami kecelakaan.

4. Penghuninya dipercaya lebih mudah terserang penyakit.

Meski demikian, anggapan tersebut tidak selalu memiliki dasar yang sama di setiap daerah. Dalam praktik kehidupan modern, banyak rumah yang berada di posisi serupa tetap dihuni tanpa mengalami peristiwa seperti yang diceritakan dalam mitos.

Karena itu, pandangan mengenai rumah tusuk sate sering kali dipahami sebagai pertemuan antara tradisi kepercayaan masyarakat, pertimbangan tata ruang, serta interpretasi dari berbagai sudut pandang budaya. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga