Sperma Kuning Merah atau Hitam Bisa jadi Pertanda Gangguan Kesehatan Ini
Reporter
Jumat, 17 Juli 2026 / 9:19 am
Sperma berwarna kuning, merah, atau hitam dapat menjadi tanda gangguan kesehatan pada pria. Foto: Repro Halodoc
JAKARTA, TELISIK.ID - Sperma berwarna kuning, merah, hingga hitam tidak selalu normal dan dapat menjadi sinyal awal gangguan kesehatan yang perlu segera dikenali serta diperiksakan.
Perubahan warna sperma sering kali membuat pria merasa khawatir. Meski tidak semua perubahan menandakan penyakit, kondisi tersebut tetap perlu diperhatikan karena dalam beberapa kasus dapat menjadi indikator adanya gangguan pada sistem reproduksi maupun kesehatan secara umum.
Pada kondisi normal, sperma berwarna putih keruh, abu-abu, atau bening. Teksturnya menyerupai jeli atau putih telur dengan aroma khas yang mirip cairan pemutih. Seiring bertambahnya usia, warna sperma dapat tampak sedikit menguning dan masih tergolong normal.
Namun, perubahan warna menjadi kuning, hijau, merah, cokelat, hingga hitam dapat dipengaruhi berbagai faktor. Sebagian tidak berbahaya, tetapi sebagian lainnya memerlukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebabnya.
Baca Juga: Kerap Disamakan, Begini Perbedaan Air Mani dengan Sperma
Berikut penyebab perubahan warna sperma yang perlu diketahui:
1. Sperma kuning atau hijau
Melansir dari Ciputra Hospital, Jumat (17/7/2026), warna kuning umumnya terjadi karena sperma bercampur dengan sisa urine di uretra, pengaruh makanan, vitamin, atau obat-obatan tertentu. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya.
Meski demikian, perubahan warna tersebut juga dapat dipicu oleh beberapa kondisi berikut.
* Infeksi saluran kemih maupun infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore.
* Jarang ejakulasi sehingga sperma tersimpan lebih lama di dalam tubuh.
* Penyakit kuning (jaundice) akibat peningkatan kadar bilirubin.
* Kadar sel darah putih yang tinggi akibat infeksi atau peradangan.
2. Sperma merah atau cokelat
* Sperma berwarna merah, merah muda, oranye, maupun cokelat umumnya menunjukkan adanya darah di dalam cairan mani atau hematospermia.
Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh:
* Infeksi, termasuk prostatitis, klamidia, dan gonore.
* Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
* Biopsi atau tindakan operasi pada prostat.
* Kanker prostat atau kanker testis, meski kasusnya relatif jarang.
3. Sperma hitam
* Warna hitam umumnya disebabkan oleh darah lama yang telah mengalami oksidasi sehingga tampak lebih gelap.
Baca Juga: Telan Sperma saat Mens Bisa Hamil, Begini Fakta Medisnya
Beberapa kondisi yang dapat memicunya meliputi:
* Cedera pada sumsum tulang belakang yang memengaruhi fungsi vesikula seminalis.
* Paparan logam berat, seperti timbal, mangan, atau nikel dalam kadar tinggi.
Perubahan warna sperma perlu diwaspadai apabila disertai gejala lain, seperti nyeri saat buang air kecil atau ejakulasi, sulit buang air kecil, penis atau skrotum terasa panas, berat atau bengkak, muncul ruam pada area kelamin, hingga sperma mengeluarkan bau yang menyengat.
Pemeriksaan sejak dini dapat membantu dokter mengetahui penyebab perubahan warna sperma dan menentukan penanganan yang sesuai. Sebagian besar perubahan warna memang tidak selalu berkaitan dengan penyakit serius, tetapi keluhan yang berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain sebaiknya tidak diabaikan. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS