Stop Saling Menjatuhkan, Saatnya Jual Program

Sunaryo

Reporter Muna

Senin, 05 Oktober 2020  /  10:48 am

Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir. Foto: Sunaryo/Telisik

MUNA, TELISIK.ID - Diskusi politik di Muna yang dilakukan pendukung masing-masing Pasangan Calon (Paslon) di Media Sosial (Medsos) akhir-akhir ini cenderung saling menghujat, memfitnah, caci maki satu sama lain. Hal tersebut tentunya sangat merusak citra demokrasi.

Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir, sangat menyayangkan hal tersebut. Kata dia, dalam demokrasi, bukan lagi waktunya untuk saling menjatuhkan. Namun yang dibutuhkan adalah cara-cara elegan dan santun. Pasangan Calon (Paslon) bupati-wakil bupati bersama tim-tim suksesnya alangkah baiknya menjual program yang dikemas dengan baik sehingga bisa dicerna oleh para pemilih.

"Bukan lagi saatnya menjatuhkan, apalagi memfitnah menyerang pribadi. Lebih baik jual program yang bisa ditangkap oleh masyarakat," pesan Natsir, Minggu (4/10/2020).

Bagi tim-tim sukses Paslon yang melakukan kampanye lewat Medsos, Natsir berpesan untuk tidak melakukan kampanye hitam dan menyinggung Sara yang bisa merusak persatuan dan kesatuan.

Senada dengan itu, Ketua Bawaslu Muna, Al Abzal Naim berharap tim sukses yang mengkampanyekan Paslonnya di Medsos agar memberikan pendidikan politik yang baik pada masyarakat. Apa yang menjadi program Paslon, sebaiknya itu yang harus diungkap di publik, sehingga masyarakat bisa menilainya.

Baca juga: Dinilai Tepati Janji, Tokoh Pemuda Pulau Kapota Ajak Masyarakat Menangkan Pasangan HALO

"Untuk mengkampanyekan yang didukung, harus dilakukan dengan cara santun dan beretika," katanya.

Sementara itu, Pengamat Politik, Husen Huzada, berpandangan, selama ini diskusi politik di Muna kurang berkualitas serta tidak memberikan pelajaran politik yang baik bagi masyarakat. Terbukti, para Juru Bicara (Jubir) masing-masing Paslon tidak memainkan perannya untuk memyosialisasikan program-program jagoannya. Tetapi, hanya adu argumen yang sama sekali tidak bermanfaat bagi kepentingan masyarakat.

"Kalau hanya saling menghujat, masyarakat bukannya simpati, malah makin jengkel," sebutnya.

Ia berpesan pada Jubir Paslon mulai saat ini lebih baik mengemas program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Contohnya, di bidang pertanian dan kelautan yang sangat berpotensi meningkatkan perekomian masyarakat.

"Stop saling menjatuhkan, sosialisasikan program alternatif buat kepentingan publik," tandasnya. (A)

Reporter: Sunaryo

Editor: Haerani Hambali