Tak Ingin Warga Sultra Terjebak Jalur Ilegal, Senator Wa Ode Rabia Dorong Migrant Center dan SMK Go Global
Reporter
Selasa, 01 September 2026 / 8:48 pm
Senator Wa Ode Rabia, mendorong Migrant Center dan SMK Go Global memperluas peluang kerja legal bagi warga Sultra. Foto: Instagram@waoderabia
JAKARTA, TELISIK.ID - Senator Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan mendorong kehadiran Migrant Center dan akses SMK Go Global untuk memperluas kerja legal serta perlindungan pekerja migran Sultra.
Anggota DPD RI asal daerah pemilihan Sulawesi Tenggara, Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan, S.E., M.B.A., mengawal implementasi program prioritas Presiden RI, SMK Go Global, agar dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah kepulauan di Sulawesi Tenggara.
Upaya tersebut disampaikan dalam pertemuan strategis bersama Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, pada Sabtu 4 Juli 2026 di Kantor KP2MI Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Wa Ode Rabia menyampaikan aspirasi terkait pengadaan BP4MI dan Migrant Center di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, keberadaan layanan tersebut penting untuk memperkuat akses informasi mengenai prosedur bekerja ke luar negeri secara legal.
Baca Juga: KNMP Rp 5 Miliar Dibangun di Batu Atas Buton Selatan dan Target Kelar Desember 2026
Ia juga mendorong agar informasi mengenai peluang kerja luar negeri melalui program SMK Go Global dapat disebarluaskan secara masif melalui BP3MI di Sulawesi Tenggara.
Langkah tersebut diarahkan agar calon pekerja migran Indonesia atau CPMI memperoleh informasi dan pendampingan sejak berada di daerah asal sebelum bekerja di luar negeri.
"Kehadiran negara melalui BP4MI dan Migrant Center di Sulawesi Tenggara sangat krusial agar masyarakat tidak lagi terjebak prosedur ilegal. Kita ingin putra-putri daerah dapat memanfaatkan peluang kerja global melalui program SMK Go Global dengan rasa aman dan nyaman," ujar Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).
Perhatian Wa Ode Rabia terhadap perlindungan pekerja migran juga disampaikan melalui keterlibatannya dalam rapat-rapat kerja bersama kementerian terkait. Ia turut membantu proses pemulangan pekerja migran ilegal asal Sulawesi Tenggara agar memperoleh hak-haknya.
Fokus tersebut berkaitan dengan upaya memastikan calon pekerja migran memahami dan mengikuti prosedur penempatan yang legal. Dengan prosedur yang sesuai ketentuan, CPMI diharapkan memiliki akses terhadap perlindungan sebelum dan selama bekerja di luar negeri.
Dalam agenda lainnya, Wa Ode Rabia juga terlihat bersama Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, dalam rapat kerja bersama.
Sementara itu, program SMK Go Global ditargetkan mencetak 500.000 pekerja migran terampil hingga 2029. Program tersebut menyasar berbagai sektor pekerjaan, di antaranya kesehatan, manufaktur, dan perhotelan.
Baca Juga: Bupati Muna Sidak SPBU, Tekankan Pengisian Sesuai Barcode
Program ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat dengan latar belakang pendidikan yang beragam, mulai dari lulusan SMK, SMA, hingga sarjana, sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Wa Ode Rabia mendukung agar peluang tersebut dapat diakses masyarakat Sulawesi Tenggara, termasuk mereka yang berada di wilayah kepulauan. Karena itu, penyebaran informasi mengenai program menjadi salah satu bagian penting dalam memperluas akses calon pekerja migran.
Bagi masyarakat Sulawesi Tenggara yang ingin mengetahui dan mengikuti pendaftaran program SMK Go Global Batch I, informasi pendaftaran tersedia melalui tautan resmi program.
Pendaftaran dapat diakses melalui linktr.ee/smkgoglobal atau portal vokasi.kp2mi.go.id/smk-go-global. (D-Adv)
Penulis: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS