Pertalite Dibatasi Pakai Desil 9-10, Bahlil Beber Kabar Terbaru dan Pergerakan Harga hingga Akhir 2026

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Selasa, 01 September 2026
0 dilihat
Pertalite Dibatasi Pakai Desil 9-10, Bahlil Beber Kabar Terbaru dan Pergerakan Harga hingga Akhir 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap pembatasan Pertalite bagi desil 9 dan 10 masih dikaji pemerintah. Foto: Instagram@bahlillahadalia

" Pemerintah masih mengkaji pembatasan pembelian Pertalite bagi masyarakat kelompok desil 9 dan 10 "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah masih mengkaji pembatasan pembelian Pertalite bagi masyarakat kelompok desil 9 dan 10 karena akurasi data menjadi perhatian utama.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan rencana pembatasan tersebut masih dalam tahap kajian. Pemerintah terlebih dahulu ingin memastikan data pembagian kelompok desil masyarakat benar-benar akurat.

"Itu masih di-exercise. Karena apa? Kita ingin subsidi itu harus tepat sasaran. Nah salah satu cara untuk membuat tepat sasaran data kita harus valid," ujar Bahlil di Gedung Nusantara I DPR, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari DetikFinance, Selasa (1/9/2026).

Bahlil menjelaskan, pemerintah masih melakukan pengecekan terhadap data desil masyarakat. Hal itu dilakukan karena masih terdapat keluhan mengenai data yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi perekonomian masyarakat.

Menurut Bahlil, pemerintah tidak ingin kebijakan pembatasan pembelian Pertalite bagi kelompok masyarakat yang dianggap mampu justru berdampak kepada masyarakat kurang mampu.

Karena itu, validitas data menjadi salah satu pertimbangan sebelum kebijakan pembatasan pembelian Pertalite tersebut diterapkan.

"Nah desilnya ini yang kita lagi ngecek terus jangan sampai harapan kita baik, tapi ternyata implementasinya karena datanya yang tidak valid membuat sesuatu yang tidak sesuai harapan kita," terang Bahlil.

Baca Juga: Akses Cek Data Bansos 2026 dan Cara Ubah Desil DTSEN Lewat HP, Berikut Panduan Lengkapnya

Kuota Pertalite Ikut Dikaji

Selain membahas pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan desil, pemerintah juga tengah menghitung kemungkinan penambahan kuota BBM subsidi tersebut.

Bahlil mengatakan perhitungan dilakukan menyusul adanya lonjakan harga Pertamax yang sempat mendorong sebagian masyarakat beralih dari BBM nonsubsidi ke Pertalite.

"Kita lagi tetap menghitung potensi kelebihannya berapa. Memang kan waktu ketika terjadi kenaikan harga BBM dunia itu ada sebagian yang RON 92 rakyat yang lain masuk untuk mengisi ke RON 90 sehingga terjadi kenaikan. Tapi kenaikannya kita lagi menghitung," papar Bahlil.

Menurutnya, pemerintah masih menghitung potensi kebutuhan tambahan kuota BBM subsidi sebelum menentukan jumlah kuota yang akan ditetapkan.

Harga Pertalite Tidak Naik hingga Desember 2026

Terlepas dari rencana tambahan kuota tersebut, Bahlil memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga Pertalite setidaknya hingga Desember 2026.

Kebijakan harga BBM subsidi tersebut akan tetap dipertahankan sambil pemerintah memantau perkembangan harga minyak dunia.

"Tapi apapun yang terjadi saya menyampaikan bahwa harga minyak atau harga BBM subsidi khususnya subsidi itu tidak akan kita naikkan. Sampai dengan 2026 Desember sambil kita melihat perkembangan global," tegas Bahlil.

Baca Juga: Masuk Desil 9-10 Bukan Berarti Kaya, Purbaya Akui Data DTSEN Pemakai Pertalite Belum Benar

Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi, pemerintah menyerahkan penentuan harga kepada mekanisme pasar.

"Tapi kalau untuk harga BBM non-subsidi kita akan serahkan kepada harga pasar," lanjut Bahlil.

Dengan demikian, pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan desil 9 dan 10 belum diterapkan. Pemerintah masih memeriksa validitas data masyarakat sekaligus menghitung kebutuhan kuota BBM subsidi.

Bahlil menegaskan, akurasi data menjadi bagian penting agar kebijakan subsidi BBM dapat diterapkan sesuai sasaran dan tidak menyulitkan masyarakat yang membutuhkan. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

Baca Juga