Inflasi Sulawesi Tenggara Agustus 2026 Capai 3,35 Persen, Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar

Laode Muh. Faisal, telisik indonesia
Selasa, 01 September 2026
0 dilihat
Inflasi Sulawesi Tenggara Agustus 2026 Capai 3,35 Persen, Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar
Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, memaparkan perkembangan data inflasi Sultra periode Agustus 2026, Selasa (1/9/2026). Foto: Laode Muh. Faisal/Telisik

" Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 3,35 persen pada Agustus 2026. Sementara itu, secara bulanan Sulawesi Tenggara mengalami deflasi sebesar 0,31 persen "

KENDARI, TELISIK.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 3,35 persen pada Agustus 2026. Sementara itu, secara bulanan Sulawesi Tenggara mengalami deflasi sebesar 0,31 persen.

Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Hadi Susanto, menyampaikan inflasi tahunan Sultra pada Agustus 2026 tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK). Secara kumulatif sejak awal tahun, inflasi atau year to date (y-to-d) tercatat sebesar 4,02 persen.

Disebutnya, sejumlah kelompok pengeluaran memberikan andil terhadap inflasi tahunan. Kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar dengan andil 1,02 persen.

"Selanjutnya kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil 0,70 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,65 persen, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,30 persen," sebut Hadi, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga: DPRD Kendari Ultimatum PT ABM Bongkar Bangunan dalam 5 Hari

Sementara itu, lanjut Hadi, kelompok transportasi mengalami inflasi y-on-y sebesar 6,66 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil antara lain angkutan udara, bensin, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, dan mobil.

Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,07 persen. Kelompok tersebut memberikan andil inflasi sebesar 0,70 persen terhadap inflasi tahunan Sulawesi Tenggara.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Agustus 2026 antara lain emas perhiasan, angkutan udara, bensin, minyak goreng, Sigaret Kretek Mesin (SKM), bahan bakar rumah tangga, telepon seluler, udang basah, ikan cakalang atau ikan sisik, serta uang kuliah akademi/perguruan tinggi.

Baca Juga: Pihak Tergugat Eksekusi Lahan di Kendari Tetap Melawan dan Tuntut Hasil Konstatering

Di sisi lain, sejumlah komoditas memberikan andil terhadap deflasi secara tahunan. Komoditas tersebut antara lain tomat, beras, bawang merah, cabai rawit, ikan bandeng atau ikan bolu, telur ayam ras, ikan teri, ikan gabus, dan ikan mujair.

Hadi mengatakan, perkembangan harga tersebut menunjukkan bahwa inflasi di Sulawesi Tenggara pada Agustus 2026 dipengaruhi oleh pergerakan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, dengan transportasi menjadi salah satu faktor utama yang memberikan tekanan terhadap inflasi.

"Meski secara tahunan masih mengalami inflasi, Sulawesi Tenggara pada Agustus 2026 mencatat deflasi secara bulanan sebesar 0,31 persen. Kondisi tersebut menunjukkan adanya penurunan harga pada sejumlah komoditas selama periode Agustus 2026," pungkas Hadi. (C)

Penulis: Laode Muh. Faisal

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga