Tradisi Bikin Geleng Kepala, Tamu di Tempat Ini Disuguhkan Istri Tuan Rumah Main Ranjang
Reporter
Minggu, 26 April 2026 / 5:22 pm
Sebuah tradisi unik memperlihatkan cara berbeda menyambut tamu hingga melibatkan ranjang sebagai simbol penghormatan sosial. Foto: Repro iStockphoto
WINDHOEK, TELISIK.ID - Di sebuah wilayah Afrika yang masih memegang teguh adat leluhur, praktik penyambutan tamu berkembang unik, menghadirkan tradisi lama yang menempatkan kehormatan sebagai nilai utama dalam kehidupan sosial.
Tradisi yang dikenal di kalangan suku Himba ini memperlihatkan cara berbeda dalam memaknai penghormatan terhadap tamu. Dalam praktiknya, seorang tamu laki-laki yang datang berkunjung dapat diberi kesempatan untuk bermalam bersama istri pemilik rumah. Hal tersebut dilakukan atas persetujuan suami sebagai tuan rumah.
Kebiasaan ini bukan fenomena baru, melainkan telah berlangsung secara turun-temurun di tengah komunitas tersebut. Bagi masyarakat setempat, tindakan tersebut tidak dianggap sebagai pelanggaran norma, melainkan bagian dari adat yang dijunjung tinggi dalam menjaga relasi sosial antarindividu.
Dalam sejumlah catatan budaya, tradisi ini disebut sebagai bentuk pelayanan maksimal kepada tamu. Kehadiran tamu dipandang sebagai kehormatan tersendiri, sehingga tuan rumah merasa perlu memberikan pengalaman terbaik selama masa kunjungan berlangsung.
Baca Juga: Dukun AI Pembaca Masa Depan Viral di Korea Selatan
Makna Tradisi Okujepisa Omukazendu dalam Kehidupan Suku Himba
Melansir dari Disway, Minggu (26/4/2026), tradisi ini dikenal dengan istilah okujepisa omukazendu. Dalam praktiknya, seorang suami memberikan izin kepada istrinya untuk menemani tamu yang menginap.
Sementara itu, suami biasanya memilih untuk tidur di luar kamar atau di tempat lain yang tidak mengganggu privasi tamu.
Bagi masyarakat Himba, tindakan tersebut mencerminkan kepercayaan tinggi dalam hubungan rumah tangga. Rasa cemburu ditekan melalui kesepakatan bersama yang telah menjadi bagian dari adat. Dengan demikian, hubungan suami istri dinilai tetap harmonis karena dilandasi rasa saling percaya.
Selain itu, tradisi ini juga dipahami sebagai cara mempererat hubungan sosial antarwarga maupun dengan orang luar. Tamu yang datang tidak hanya diterima secara formal, tetapi juga diperlakukan sebagai bagian dari keluarga selama berada di rumah tersebut.
Di sisi lain, peran istri dalam tradisi ini juga diatur oleh norma adat yang berlaku. Dalam struktur sosial suku Himba, istri memiliki kewajiban untuk patuh terhadap keputusan suami, termasuk dalam konteks melayani tamu yang datang berkunjung.
Praktik ini umumnya ditemukan di wilayah Kunene serta bagian utara Namibia, seperti Omusati. Komunitas yang menjalankan tradisi ini, termasuk kelompok ovahimba dan ovazimba, masih mempertahankan pola hidup tradisional yang kuat hingga saat ini.
Menariknya, dalam beberapa kasus, praktik serupa juga dapat berlaku sebaliknya. Seorang tamu yang datang bersama pasangan dapat memberikan kesempatan kepada tuan rumah untuk berinteraksi dengan pasangannya, selama ada kesepakatan bersama. Hal ini dipandang sebagai simbol persahabatan dan keterbukaan.
Dari sudut pandang sosial, tradisi ini diyakini mampu memperkuat hubungan interpersonal. Keterbukaan dalam relasi dianggap sebagai fondasi penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga dan komunitas.
Baca Juga: Iran Pastikan Absen Perundingan Kedua, AS Buat Ulah Pasang Blokade Laut
Meskipun demikian, praktik ini tetap berada dalam konteks budaya lokal yang memiliki sistem nilai berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Apa yang dianggap lazim di satu komunitas, belum tentu memiliki makna yang sama di tempat lain.
Data menunjukkan bahwa populasi suku Himba yang masih mempertahankan tradisi ini berjumlah puluhan ribu orang. Mereka hidup dalam kelompok-kelompok kecil dengan pola kehidupan semi-nomaden, serta tetap menjaga adat sebagai bagian dari identitas kolektif.
Tradisi okujepisa omukazendu menjadi salah satu contoh bagaimana nilai penghormatan dan kepercayaan diterjemahkan dalam bentuk praktik sosial. Dalam konteks tersebut, adat tidak hanya berfungsi sebagai aturan, tetapi juga sebagai perekat hubungan antarindividu dalam komunitas.
Dengan demikian, keberadaan tradisi ini menunjukkan keragaman budaya yang ada di dunia. Setiap komunitas memiliki cara tersendiri dalam membangun hubungan sosial, termasuk dalam menyambut tamu dan menjaga keharmonisan rumah tangga. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS