Dukun AI Pembaca Masa Depan Viral di Korea Selatan
Merdiyanto , telisik indonesia
Sabtu, 25 April 2026
0 dilihat
Tradisi ramalan khas Korea Selatan atau shamanisme kini memasuki era digital melalui teknologi kecerdasan buatan (AI). Foto: Repro CNN Indonesia
" Bukan dukun manusia (mudang) berjubah warna-warni yang menyambut, melainkan dukun AI atau AI shaman berbasis kecerdasan buatan yang kini menjadi sensasi di Korea Selatan "

SEOUL, TELISIK.ID - Suara lonceng kecil berdenting menyambut pengunjung di gang sempit Ikseon-dong, Jongno District, Seoul.
Bukan dukun manusia (mudang) berjubah warna-warni yang menyambut, melainkan dukun AI atau AI shaman berbasis kecerdasan buatan yang kini menjadi sensasi di Korea Selatan.
Di toko produk budaya Vinaida, pengunjung bisa berkonsultasi dengan avatar digital dan robot AI untuk meramal nasib.
Cukup masukkan nama, tanggal lahir, serta waktu kelahiran, lalu AI akan menganalisis menggunakan sistem saju yakni astrologi kuno Korea yang menghitung tahun, bulan, hari, dan jam lahir seseorang.
Baca Juga: Iran Pastikan Absen Perundingan Kedua, AS Buat Ulah Pasang Blokade Laut
Layanan ini juga dilengkapi pengenalan suara dan chatbot AI generatif, sehingga interaksi terasa seperti bercakap dengan dukun sungguhan.
Harga sesi ramalan hanya 8.000 won atau sekitar Rp 90.000, jauh lebih murah dan cepat dibanding dukun tradisional, dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (25/4/2026).
Tak hanya avatar di layar, Vinaida juga menghadirkan dua robot unik yaitu Ami, robot shaman yang “menunggangi algoritma alih-alih pedang ritual” dan Dangun, robot physiognomist yang menganalisis wajah menggunakan kamera dan lengan mekanik untuk “membaca” karakter serta nasib seseorang berdasarkan big data.
Kedua robot ini beroperasi di kafe yang sama di kawasan Ikseon-dong.
Fenomena ini bukan yang pertama. Pada awal 2025, tim peneliti dari KAIST (Korea Advanced Institute of Science and Technology) sudah mengembangkan ShamAIn, sebuah kuil AI yang juga menggunakan saju untuk ramalan.
Kini, tren AI shaman semakin meluas, terutama di kalangan generasi muda Korea yang sibuk namun tetap menghargai warisan shamanisme, dilansir dari Korea Times, Sabtu (25/4/2026).
Industri ramalan di Korea Selatan bernilai miliaran dolar dan kehadiran AI membuatnya semakin mudah diakses dalam bahasa Korea, Inggris, Mandarin, dan Jepang.
Baca Juga: Unik: 2 Negara Ini Perang Gegara Ikan, NATO Gigit Jari Ketakutan
Banyak yang melihat ini sebagai inovasi budaya yang memadukan tradisi kuno dengan teknologi tinggi yang menjadi kebanggaan negara.
Namun, ada perdebatan apakah AI bisa menggantikan sentuhan emosional dan spiritual seorang mudang manusia.
Bagi banyak orang Korea, ini lebih dari sekadar hiburan, ini cara modern menjaga tradisi saju yang sudah mengakar dalam kehidupan sehari-hari, dari horoskop koran hingga keputusan bisnis.
Tren AI shaman ini diprediksi akan terus berkembang, terutama menjelang musim liburan atau periode penting dalam kalender Korea. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS