Viral di Medsos, Diduga Tersangkut Biji Rambutan Renggut Nyawa Anak 11 Tahun di Buton Tengah

Elfinasari

Reporter

Rabu, 11 Maret 2026  /  11:16 am

Suasana salah satu puskesmas di Kabupaten Buton Tengah tempat korban sempat dirawat. Foto: Ist.

BAUBAU, TELISIK.ID - Viral di media sosial (medsos) seorang anak laki-laki di Desa Matara, Kecamatan Mawasangka Induk, Kabupaten Buton Tengah meninggal dunia setelah diduga tersedak biji rambutan yang tersangkut di tenggorokan.

Kabar duka ini tersebar melalui media sosial dari akun Instagram @infobuton. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa seorang anak laki-laki berusia sekitar 11 tahun diduga tersedak biji rambutan. Informasi tersebut juga menyebar luas di berbagai grup media sosial.

Dalam tangkapan layar sebuah story yang beredar tertulis, “korban biji rambutan terkait di tenggorokan, semoga ini menjadi pelajaran buat kita semua untuk mengawasi anak-anak dalam mengonsumsi buah yang memiliki biji besar.”

Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai tanggapan dari warganet. Salah satu netizen, @rzkysputraa_, menuliskan bahwa masyarakat perlu mendapatkan sosialisasi mengenai pertolongan pertama saat tersedak.

“Harus sosialisasikan prosedur Heimlich untuk masyarakat ini,” tulisnya.

Baca Juga: Rombongan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Sultra Kecelakaan Beruntun di Kapuntori Buton

Netizen lain, @shrun_la016, juga mengungkapkan bahwa buah rambutan terkadang terdapat dalam menu MBG yang dibagikan di sekolah.

“Biasa juga ada dalam menu MBG itu,” tulisnya.

Sementara itu,@devidwy_ mengungkapkan kekhawatirannya sebagai seorang ibu terkait pemberian makanan kepada anak-anak tanpa pengawasan.

“Hal yang paling kutakutkan setelah jadi ibu anakku dikasih makan sembarang,” tulisnya.

Salah seorang warga Buton Tengah, Syafiq menuturkan, dirinya sebelumnya sudah pernah mengingatkan masyarakat melalui media sosial agar berhati-hati saat mengonsumsi rambutan, terutama bagi anak-anak.

“Pada 27 Januari 2026 lalu sempat saya share sebuah video anak-anak yang keselek biji rambutan hingga meninggal dunia untuk dijadikan contoh, karena tidak lama lagi masuk musim rambutan,” tuturnya, Rabu (11/3/2026).

Baca Juga: Pelantikan Kades Oensuli Tunggu Hasil Investigasi Inspektorat Muna

Ia juga menambahkan bahwa kejadian serupa kembali terjadi di wilayah Mawasangka.

“Innalillahi, semalam di Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah telah terjadi hal yang serupa pada anak kelas 5 SD,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Buton Tengah, Iptu Thamrin menyampaikan, berdasarkan informasi dari Kapolsek Mawasangka, kejadian tersebut memang benar terjadi di Desa Matara. Namun pihak keluarga korban tidak melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Mawasangka. (A)

Penulis: Elfinasari

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS