Viral Mahasiswi Ngaku jadi Korban Santet, Temukan Kain Kafan hingga Paku Terkubur di Depan Kos

Ahmad Jaelani

Reporter

Kamis, 16 Juli 2026  /  10:27 am

Seorang mahasiswi, Nabila, mengaku menjadi korban santet viral usai menemukan buhul berisi kain kafan. Foto: YouTube@RJL5

MAGELANG, TELISIK.ID - Kisah seorang mahasiswi bernama Nabila menjadi perbincangan di media sosial setelah mengaku mengalami gangguan misterius yang diyakininya berkaitan dengan santet.

Nabila mengaku mengalami berbagai kejadian ganjil selama sekitar delapan bulan. Gangguan yang dialaminya mulai dari sesak napas, sering keluar masuk rumah sakit, mimpi buruk, sulit beribadah, hingga mengalami reaksi tak biasa saat menjalani rukiah.

Dalam wawancara tersebut, dikutip telisik.id dari kanal YouTube@RJL5, Kamis (16/7/2026). Nabila juga memperlihatkan proses penggalian tanah di depan kos yang disebut menjadi lokasi ditemukannya sebuah buhul.

Menurut pengakuannya, isi buhul tersebut beragam, mulai dari sobekan pakaian miliknya, kain kafan yang telah kotor karena diduga lama tertanam, paku, kawat, simpul tali, hingga benda-benda lain.

"Isi buhul tersebut seperti ada pakaian saya, ada kain kafan juga, ada paku, ada simpul tali yang terikat. Kain kafannya juga sudah kotor karena memang sudah ditanam setahun lebih," kata Nabila.

Baca Juga: Perjalanan Hijrah Ulama Jepang Syekh Ahmad Maeno, Mualaf di Usia 18 Tahun

Nabila menjelaskan, gangguan yang dialaminya bermula pada September 2024. Saat itu ia mengaku sering mengalami sesak napas yang didiagnosis sebagai asam lambung oleh dokter.

Namun, menurutnya, keluhan tersebut muncul secara konsisten setiap malam pada jam yang hampir sama sehingga membuatnya merasa ada kejanggalan.

Ia mengatakan hampir setiap bulan harus menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak enam hingga tujuh kali karena sesak napas yang dirasakannya.

Selain keluhan fisik, Nabila mengaku sering mengalami mimpi buruk berupa kuburan, prosesi pemakaman, hingga dikejar sosok menyeramkan. Ia juga mengaku mengalami perubahan kondisi mental, seperti sulit tidur, kehilangan semangat hidup, dan menurunnya kualitas ibadah.

Dalam podcast itu, Nabila juga menceritakan bahwa sebelum mengalami gangguan tersebut, dirinya sempat berkenalan kembali dengan seorang teman lama yang disebutnya bernama Andi saat sama-sama merantau di Magelang.

Menurutnya, pertemuan mereka tidak berlangsung intens. Salah satu pertemuan terakhir terjadi ketika temannya tersebut mengantarkan martabak ke depan kos.

Tak lama setelah itu, Nabila mengaku mulai mengalami berbagai keluhan kesehatan yang terus berulang selama berbulan-bulan.

Karena merasa kondisinya tidak kunjung membaik, pada Januari 2026 ia memutuskan menjalani rukiah kepada seorang perukiah di Magelang.

Saat proses rukiah berlangsung, Nabila mengaku tangannya bergerak sendiri dan menangis ketika ayat-ayat Al-Qur'an dibacakan.

"Ketika dibacakan ayat Al-Qur'an, tangan saya mulai bergerak sendiri. Saya juga menangis dan bingung kenapa bisa seperti itu," ujarnya.

Baca Juga: Deretan Suku di Indonesia Kerap Dikaitkan dengan Tradisi Mistis dan Kepercayaan Ilmu Gaib

Ia juga mengaku diberi saran untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an dan menyemprotkan air garam yang telah didoakan ke sudut-sudut kos.

Meski demikian, menurut pengakuannya, gangguan yang dirasakan justru semakin sering muncul setelah proses rukiah pertama.

Hingga kini, pengakuan Nabila mengenai dugaan santet tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, klaim yang disampaikannya merupakan pengalaman pribadi yang diceritakan dalam podcast dan belum dapat diverifikasi secara independen. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS