Wali Kota Kendari Cek Langsung Harga Pangan di Empat Pasar, Ini Hasil Temuannya

Ahmad Jaelani

Reporter

Selasa, 07 Juli 2026  /  8:54 pm

Siska Karina Imran memantau harga dan stok kebutuhan pokok di empat pasar menjelang Idul Fitri. Foto: Ist.

KENDARI, TELISIK.ID - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Pemerintah Kota Kendari meningkatkan pengawasan terhadap kondisi pasar tradisional.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap mencukupi sekaligus memantau perkembangan harga sejumlah komoditas yang mengalami perubahan menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di empat pasar tradisional pada Selasa, 17 Maret 2026. Empat lokasi yang menjadi sasaran pemantauan meliputi Pasar Mandonga, Pasar Sentral Kendari, Pasar Baruga, dan Pasar Andonohu.

Baca Juga: Bapenda Sultra Ingin Tiru NTT Razia Kendaraan Tunggak Pajak di SPBU

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Kajari, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Sidak diawali di Pasar Mandonga. Di pasar tersebut, rombongan meninjau langsung aktivitas perdagangan sekaligus mengecek harga berbagai komoditas yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Hasil pemantauan menunjukkan adanya kenaikan harga pada beberapa bahan pangan dibandingkan pekan sebelumnya.

Sidak pasar dilakukan Pemerintah Kota Kendari untuk mengawasi harga dan distribusi kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri. Foto: Ist.

 

Harga bawang merah tercatat mencapai Rp 38 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram. Sementara itu, harga tomat naik menjadi Rp 15 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 10 ribu per kilogram. Adapun bawang putih dijual di kisaran Rp 50 ribu per kilogram.

Komoditas lain yang mengalami kenaikan adalah cabai yang kini dipasarkan seharga Rp 40 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram. Harga daging sapi juga meningkat menjadi Rp 150 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 140 ribu per kilogram.

Meski sejumlah harga mengalami penyesuaian, Siska Karina Imran menyampaikan bahwa kondisi tersebut masih berada dalam batas yang dapat dikendalikan. Ia juga memastikan pasokan kebutuhan pokok di pasar tetap tersedia sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh barang yang dibutuhkan.

"Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, tapi masih dalam batas yang bisa dikendalikan. Yang terpenting stoknya tersedia dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok," kata Siska Karina Imran.

Selain memantau harga, Wali Kota turut meninjau kondisi lingkungan pasar. Salah satu titik yang diperiksa adalah lokasi pembuangan sampah di sekitar Pasar Mandonga. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kebersihan tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas jual beli menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Stok kebutuhan pokok dipastikan tersedia saat Wali Kota Kendari melakukan sidak pasar menjelang Hari Raya Idul Fitri. Foto: Ist.

 

Rangkaian sidak kemudian berlanjut ke Pasar Sentral Kendari. Di lokasi tersebut, perhatian difokuskan pada perkembangan harga telur dan ayam potong yang menjadi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Hasil pemantauan menunjukkan harga telur berada pada kisaran Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu per rak. Sebelumnya, komoditas tersebut dijual dengan harga antara Rp 60 ribu hingga Rp 67 ribu per rak. Sementara itu, harga ayam potong berada pada kisaran Rp 70 ribu hingga Rp 90 ribu per ekor, naik dari sebelumnya sekitar Rp 60 ribu per ekor.

Setelah menyelesaikan pemantauan di Pasar Sentral Kendari, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pasar Baruga. Di pasar ini, Wali Kota kembali mengecek perkembangan harga berbagai kebutuhan pokok sekaligus memastikan distribusi barang berjalan lancar.

Harga kentang tercatat sebesar Rp 23 ribu per kilogram, naik tipis dibandingkan harga sebelumnya yang berada di angka Rp 22 ribu per kilogram. Adapun harga wortel berada pada kisaran Rp 18 ribu per kilogram.

Dalam kesempatan tersebut, Siska Karina Imran juga berinteraksi secara langsung dengan para pedagang. Ia mendengarkan berbagai informasi mengenai kondisi perdagangan menjelang Idul Fitri serta membeli sejumlah kebutuhan seperti sayuran dan ikan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha di pasar tradisional.

Kenaikan sejumlah harga pangan menjadi perhatian Wali Kota Kendari saat sidak empat pasar menjelang Idul Fitri. Foto: Ist.

 

"Pemerintah hadir untuk memastikan harga tetap stabil dan stok aman. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan menjelang Idul Fitri," ujarnya.

Sidak kemudian ditutup dengan kunjungan ke Pasar Andonohu. Selain memantau harga kebutuhan pokok, Wali Kota juga meninjau kantor pengelola pasar. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada pedagang maupun masyarakat berlangsung dengan baik serta pengelolaan pasar tetap berjalan optimal.

Baca Juga: Bapenda Sultra Gelar Optimalisasi Pajak Kendaraan Mulai Juli 2026, Ini Sasarannya

Kegiatan pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Kendari dalam mengawasi perkembangan harga bahan pokok selama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Pemantauan dilakukan secara langsung di lapangan agar pemerintah memperoleh gambaran mengenai kondisi distribusi, ketersediaan stok, dan dinamika harga yang terjadi di pasar tradisional.

Siska Karina Imran menegaskan Pemerintah Kota Kendari akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi pasar. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri tanpa menghadapi kendala akibat kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak terkendali. (D-Adv)

Penulis: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS