10 Jurusan Kuliah Bikin Mahasiswa Menyesal Usai Lulus, Berikut Daftarnya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Rabu, 18 Februari 2026
0 dilihat
Sebagian lulusan perguruan tinggi mengaku menyesal setelah menyadari jurusan tak sesuai kebutuhan kerja. Foto: Repro Universitas Warmadewa
" Momen kelulusan perguruan tinggi lazimnya dipandang sebagai gerbang awal memasuki dunia profesional "

JAKARTA, TELISIK.ID - Momen kelulusan perguruan tinggi lazimnya dipandang sebagai gerbang awal memasuki dunia profesional dengan harapan karier yang selaras dengan bidang studi.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan tidak semua lulusan merasakan hal tersebut. Sejumlah mahasiswa justru mengaku menyesal setelah menyelesaikan pendidikan, terutama ketika berhadapan dengan persaingan kerja yang ketat serta tingkat gaji yang dinilai belum memenuhi kebutuhan hidup.
Melansir CNBC Indonesia, Rabu (18/2/2026), temuan ini merujuk pada survei yang dilakukan perusahaan bursa kerja asal Amerika Serikat, ZipRecruiter.
Survei tersebut melibatkan sekitar 1.500 lulusan universitas yang tengah aktif mencari pekerjaan. Hasilnya memperlihatkan adanya jurusan-jurusan tertentu yang tingkat penyesalannya relatif tinggi setelah mahasiswa memasuki pasar kerja.
Data survei menggambarkan bahwa selama masa kuliah para responden sebenarnya memiliki ketertarikan pada bidang studi masing-masing.
Akan tetapi, ketika memasuki dunia profesional, mereka dihadapkan pada persoalan berbeda, seperti ketersediaan lowongan terbatas, ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri, hingga gaji awal yang lebih rendah dari perkiraan. Kondisi tersebut memicu evaluasi ulang terhadap pilihan jurusan yang pernah diambil.
Baca Juga: Daftar Jurusan S1 Unhan 2025 Lulus Pangkat Letda, Ini Syarat Dibutuhkan dan Nilai Minimumnya
Ekonom ZipRecruiter, Sinem Buber, menjelaskan bahwa ekspektasi mahasiswa sering kali berubah ketika berhadapan langsung dengan tanggung jawab finansial.
“Saat kita lulus, kenyataan akan datang. Saat Anda hampir tidak bisa membayar tagihan Anda, gaji Anda mungkin menjadi lebih penting," katanya.
Pernyataan itu menggambarkan bagaimana faktor ekonomi menjadi pertimbangan dominan setelah pendidikan formal berakhir.
Fenomena penyesalan ini juga berkaitan dengan perubahan kebutuhan pasar tenaga kerja yang berlangsung cepat. Sejumlah sektor tumbuh pesat karena perkembangan teknologi dan digitalisasi, sementara beberapa bidang studi tradisional mengalami keterbatasan peluang.
Lulusan yang tidak memiliki keterampilan tambahan atau sertifikasi pendukung cenderung menghadapi kesulitan lebih besar dalam mendapatkan pekerjaan sesuai disiplin ilmunya.
Selain faktor gaji, beberapa responden menyebut kurangnya informasi sejak awal perkuliahan mengenai prospek karier turut memengaruhi keputusan mereka. Banyak mahasiswa memilih jurusan berdasarkan minat semata tanpa mempertimbangkan data ketenagakerjaan.
Setelah lulus, mereka baru menyadari adanya kesenjangan antara idealisme akademik dan kebutuhan industri yang lebih pragmatis.
Baca Juga: Dihapus di Era Nadiem Makarim, Penjurusan SMA IPA, IPS dan Bahasa Diberlakukan Kembali Abdul Mu'ti
Berikut daftar jurusan yang dalam survei tersebut paling banyak disesali mahasiswa setelah lulus:
1. Jurnalisme (87%)
2. Sosiologi (72%)
3. Seni (72%)
4. Komunikasi (64%)
5. Pendidikan (61%)
6. Manajemen Marketing dan Riset (60%)
7. Pendamping Medis (56%)
8. Ilmu Politik dan Pemerintahan (56%)
9. Biologi (52%)
10. Sastra Inggris (52%)
Persentase pada daftar tersebut menunjukkan proporsi responden yang menyatakan penyesalan terhadap jurusan yang mereka tempuh.
Angka tertinggi tercatat pada jurusan jurnalisme, disusul sosiologi dan seni. Beberapa bidang ini dinilai memiliki kompetisi kerja tinggi dengan pendapatan awal yang terbatas. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS