adplus-dvertising

Ahli Waris Pemilik Lahan Kembali Tutup Jalan Menuju Stadion Takimpo

Iradat Kurniawan, telisik indonesia
Rabu, 13 Oktober 2021
357 dilihat
Ahli Waris Pemilik Lahan Kembali Tutup Jalan Menuju Stadion Takimpo
Jalan menuju Stadion Takimpo Buton ditutup oleh pihak ahli waris pemilik lahan. Foto: Ist.

" Wa Sanaria mengatakan bahwa palang tersebut dibuka tanpa sepengetahuannya, tiba-tiba dilakukan pembongkaran palang "

BUTON, TELISIK.ID - Akses jalan menuju stadion di Kelurahan Takimpo, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton kembali ditutup oleh ahli waris pemilik tanah.

Diketahui bahwa jalan menuju stadion tersebut sempat dibuka beberapa hari karena telah difasilitasi oleh Pemda Buton melalui Kadispora.

Namun ahli waris yang bernama Wa Sanaria mengaku belum pernah bertemu dengan pihak Pemkab Buton untuk membicarakan pembukaan palang jalan menuju stadion tersebut.


"Mereka buka palang itu tanpa sepengetahuan saya. Saya sebagai ahli waris, saya yang lakukan palang kenapa saat dibuka saya tidak dihubungi," tutur Wa Sanaria, Selasa (12/10/2021).

Wa Sanaria mengatakan bahwa palang tersebut dibuka tanpa sepengetahuannya, tiba-tiba dilakukan pembongkaran palang. Dia mengaku heran karena sampai sekarang belum pernah bertemu pihak Pemda.

"Seandainya saat pembukaan itu saya diinformasikan, mungkin saya tidak akan lakukan pemalangan lagi. Tapi saya tidak diinformasikan," katanya.

Wa Sanaria menuturkan bahwa dirinya mendapat informasi tentang pembukaan palang tersebut dari Facebook.

"Setelah saya disampaikan sama cucuku itu besoknya saya langsung sampaikan sama seluruh keponakanku dan cucu-cucuku dan anak-anakku untuk naik kembali palang itu lahan," tutupnya.

Baca Juga: Waspada Dini Terhadap Kebakaran, Damkar Bombana Ajari Pelajar Jinakkan Api

Baca Juga: Susun Dokumen Pemajuan Kebudayaan, Pemkab Butur Jalin Kerjasama dengan Unhas

Diberitakan sebelumnya, aksi palang jalan dilakukan ahli waris pemilik lahan pada bulan September lalu, sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Kabupaten Buton yang dianggap kurang adil dalam melakukan penggusuran jalan menuju stadion.

Wa Sanaria salah seorang ahli waris mengatakan, apa yang dilakukannya sebagai bentuk kekesalannya terhadap pemerintah daerah karena saat penggusuran jalan menuju stadion, tidak dilakukan musyawarah terlebih dahulu dengan pihak ahli waris pemilik lahan.

"Saya sengaja palang itu jalan karena sebelumnya saya tidak mengetahui akses jalan menuju ke lokasi stadion itu melewati lahan nenek saya. Saya adalah ahli waris pemilik dari lokasi perkebunan," katanya.

Diketahui, stadion ini dibangun untuk persiapan pelaksanaan Porprov 2022 mendatang. Sebentar lagi diadakan pembangunan jaringan listrik. (C)

Reporter: Iradat Kurniawan

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga