adplus-dvertising

Alip Ba Ta: Si Tangan Dewa Berpenghasilan Rp 8,8 Miliar yang Tetap Jadi Sopir Forklift

Haidir Muhari, telisik indonesia
Selasa, 14 September 2021
974 dilihat
Alip Ba Ta: Si Tangan Dewa Berpenghasilan Rp 8,8 Miliar yang Tetap Jadi Sopir Forklift
Alip Ba Ta atau Alif Gustakhiyat, Si Tangan Dewa, yang tetap tampil sederhana. Foto: Repro Beritababe.com

" Tak hanya itu, pria kelahiran 31 Agustus 1988 itu, juga bisa memainkan beragam alat musik seperti seruling menggunakan tangan kanan ataupun kiri "

JAKARTA TIMUR, TELISIK.ID - Pria itu dikenali dengan julukan Si Tangan Dewa.

Di jagad media sosial ia dikenal dengan Alip Ba Ta. Nama aslinya adalah Alif Gustakhiyat.

Disebut tangan dewa karena memiliki gaya bermain gitarnya yang khas membuatnya cepat dikenal. Selain menggunakan gaya fingerstyling, ia juga kerap menyisipkan nada khas Indonesia.

Tak hanya itu, pria kelahiran 31 Agustus 1988 itu, juga bisa memainkan beragam alat musik seperti seruling menggunakan tangan kanan ataupun kiri.

Pria yang kini berusia 33 tahun itu menguasai banyak genre musik, mulai dari petikan gitar klasik, keroncong hingga campursari, lagu nasional hingga lagu dari penyanyi mancanegara.

Banyak maestro musik yang mengakui kemampuannya bermain gitar, dalam negeri hingga mancanegara. Termasuk Addie MS, Anji, Dewa Budjana, Iwan Fals, hingga melodi gitar Queen, Brian May menyatakan kekaguman akan bakatnya.

Terhitung saat artikel ini ditulis Selasa (14/9/2021), akun YouTube-nya, Alip_Ba_Ta memiliki pengikut mencapai 4,97 juta pengikut dengan 106 video postingan. Dengan rata-rata 2 juta viewers.

Dengan pengikut dan tayangan seperti itu, Alip Ba Ta diperkirakan bisa meraup penghasilan dari YouTube selama setahun kisaran USD 39 ribu hingga USD 623 ribu atau senilai Rp 554,8 juta hingga Rp 8,8 miliar.

Pendapatan dari YouTube memang flukfuatif. Social Blade dilansir dari Suara.com, jaringan Telisik.id, pada September 2021, Alip Ba Ta memperoleh estimasi pendapatan sebesar USD 758 hingga USD 12,1 ribu atau senilai Rp 10,78 juta hingga Rp 172,13 juta per pekannya.

Walaupun dengan pendapatan fantastis itu, dan pengakuan dari banyak maestro musik, pria asal Ponorogo, Jawa Timur itu tetap tampil sederhana. Ia tetap mempertahankan gaya berpakaiannya yang khas.

Alip tetaplah Alip yang sama. Ia tak kelilipan keviralannya. Tetap saja, video-video yang diunggahnya di YouTube mengenakan kaos oblong sederhana dengan background tembok putih. Tersedia pula rokok dan segelas kopi.

Selain itu, sehari-hari pria ini masih bekerja sebagai sopir forklift di daerah Cakung, Jakarta Timur. Pekerjaan itu sama sekali tak berhubungan dengan kemahirannya bermain gitar bergaya fingerstyle.

Sebelum berkecimpung dalam dunia YouTube, Alif pernah bergabung dengan band Qasidah pada 2010. Ia kerap memainkan lagu-lagu religi Islam.

Pria yang kini mendapatkan Gold Button, menekuni YouTube berawal dari iseng-iseng. Di tahun 2018, sehabis kerja ia biasa merekam aksi bermain gitarnya dengan ponsel di kontrakannya.

Baca Juga: Armand Hartono: Putra Mahkota Djarum yang Memilih Hidup Sederhana di Tengah Gelimang Harta

Baca Juga: Sayed Sadaat: Mundur dari Menteri Afghanistan, Pilih Mengurir

Rekaman itu lalu ia unggah di Facebook. Ia merekam lagu semaunya, sekenanya saja. Lagu yang dimainkan kala itu adalah musik ilustrasi games Super Mario Bros dan ternyata mendapatkan banyak tanggapan positif dari netizen.

Berangkat dari itulah, semangatnya semakin membara untuk terus merekam video-video bermain gitarnya. Lalu diunggah melalui channel YouTube miliknya yang ia buat pada tahun yang sama, 2018.

Salah satu videonya yang ditonton hingga 4,3 juta kali, saat membawakan ulang lagu Kiss the Rain dari Yiruma. Lagu My Heart Will Go On dari Celene Dion yang telah ditonton hingga 3,5 juta kali.

Kesederhanaan menjadi semakin mahal di alam pikir manusia yang memuja-muja kemewahan. Menjadi sederhana adalah menyiapkan diri untuk terusik oleh nyinyir.

Dengan penghasilan mencapai Rp 8,8 miliyar per tahun atau Rp 733 juta per bulan, apa tidak bisa bermewah-mewah? Masih mau jadi sopir? (C)

Reporter: Haidir Muhari

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga