adplus-dvertising

Banjir Landa Pulau Taliabu, Lebih Seribu Rumah Teredam

Marwan Azis, telisik indonesia
Kamis, 30 Juli 2020
1309 dilihat
Banjir Landa Pulau Taliabu, Lebih Seribu Rumah Teredam
Suasana di salah satu wilayah di Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara yang teredam banjir. Foto: Ist.

" Melihat prakiraan hujan dasarian III Juli 2020, wilayah kabupaten ini berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Masyarakat tetap diimbau waspada dan siap siaga terhadap potensi hujan dengan intensitas lebat hingga awal Agustus 2020. Hujan lebat dengan durasi lama dapat menjadi salah satu indikator pemicu banjir. "

MALUKU UTARA, TELISIK.ID - Bencana banjir kembali menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, pada Kamis (30/7/2020), sekira pukul 03.00 WIT. Akibatnya ribuan rumah warga dilaporkan terendam banjir.

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB, mendapatkan laporan kejadian tersebut telah berdampak pada lebih dari seribu warga. Sedikitnya 18 desa terdampak genangan air yang dipicu intensitas hujan lebat.

Berdasarkan pantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulau Taliabu, hujan mengakibatkan debit air sejumlah sungai meluap.


Informasi tersebut diperoleh Telisik.id dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, Kamis (30/7/2020).

Diungkapkan, luapan air sungai terpantau di sejumlah sungai yang melewati beberapa titik desa, antara lain Sungai Samada, Sungai Wakau, Sungai Balohang, Sungai Gela, Sungai Wayomiha, Sungai Pencado, Sungai Ratahaya, Sungai Suliname dan Sungai Air Minggu.

Baca juga: Hari ini, Jemaah An-Nadzir Gowa Laksanakan Shalat Ied

Lebih dari seribu rumah yang tersebar di lima kecamatan, yakni Taliabu Barat, Taliabu Barat Laut, Lede, Taliabu Utara dan Taliabu Selatan, tergenang air akibat banjir. Desa dengan jumlah rumah paling banyak terendam air adalah Desa Bobong 406 rumah.

Berikut desa-desa lain terdampak banjir di wilayah Kabupaten Pulau Taliabu, Desa Ratahaya 138 rumah, Kilong 87, Wayo 84, Nggele 84, Tikong 80, Salati 66, Nggaki 60, Onemai 53, Bahu 36, Beringin 35, Padang 15, Lede, Natang Kuning, Langganu, dan Gela masing-masing 10, Pencado empat dan Balohang dua.

Data kaji cepat BPBD setempat mencatat satu unit rumah terbawa banjir di Desa Pencado, Kecamatan Taliabu Selatan. Tak hanya rumah, bangunan pasar rakyat di desa yang sama hanyut karena derasnya banjir. Sedangkan infrastruktur lain, empat jembatan rusak di Kecamatan Taliabu Barat.

Pascabanjir lanjut Raditya, BPBD telah melakukan upaya darurat seperti kaji cepat dan perbaikan jembatan rusak dengan jembatan darurat yang terbuat dari kayu. Jembatan rusak tersebut berfungsi untuk mendukung aktivitas warga ke ibu kota kabupaten. BPBD Kabupaten Pulau Taliabu membutuhkan dukungan logistik bantuan terhadap warga terdampak.

“Melihat prakiraan hujan dasarian III Juli 2020, wilayah kabupaten ini berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Masyarakat tetap diimbau waspada dan siap siaga terhadap potensi hujan dengan intensitas lebat hingga awal Agustus 2020. Hujan lebat dengan durasi lama dapat menjadi salah satu indikator pemicu banjir,” ujarnya.

Reporter: Marwan Azis

Editor: Kardin

Baca Juga