adplus-dvertising

Bentrok Antar Pendukung di Muna, Polisi Masih Kumpulkan Bukti

Sunaryo, telisik indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2020
1931 dilihat
Bentrok Antar Pendukung di Muna, Polisi Masih Kumpulkan Bukti
Posko TERBAIK yang dirusak. Foto: Sunaryo/Telisik

" Kami masih kumpulkan bukti dulu. "

MUNA, TELISIK.ID - Pihak Kepolisian Resort (Polres) Muna hingga saat ini belum juga berhasil mengungkap siapa pelaku yang melakukan pengrusakan posko Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati, LM Rusman Emba-Bachrun Labuta (TERBAIK) di Jalan Basuki Rahmat yang terjadi Jumat (23/10/2020).

Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho yang dikonfirmasi menerangkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan mengumpulkan bukti-bukti.

"Kami masih kumpulkan bukti dulu," kata Debby, Sabtu (24/10/2020).


Untuk motif hingga terjadi bentrokan antar pendukung paslon TERBAIK dan LM Rajiun Tumada- La Pili (RAPI) hingga berujung pengrusakan posko dan motor, Debby mengatakan hanya kesalahpahaman saja.

Sementara itu, LM Rusman Emba meminta polisi untuk bertindak tegas dalam persoalan tersebut. Karena, bila dibiarkan jangan sampai dapat membuat stabilitas daerah terganggu.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

"Pihak kepolisian harus profesional. Tangkap itu pelaku anarkis yang bisa menciderai demokrasi," tegas Rusman.

Mantan senator DPD-RI cukup menyayangkan, saat terjadinya bentrokan dan pengrusakan terjadi, aparat kepolisian terkesan melakukan pembiaran. Ia semakin curiga, ada konspirasi yang dibangun. Makanya, ia meminta pihak TNI juga ikut terlibat dalam menuntaskan persoalan tersebut.  

"Kita berharap komitmen yang dibangun untuk Pilkada damai dijunjung tinggi. Jangan terkesan berat sebelah," ungkapnya.

Rusman mengaku, adanya penyerangan posko itu sebuah bentuk pelecehan. Namun, ia mengimbau pada pendukung dan simpatisannya agar tetap tenang dan tidak terprovokasi. Ia menyerahkan pada pihak kepolisian untuk bekerja seadil-adilnya.

"Jangan lindungi orang salah. Kami beri waktu 1 x 24 jam, agar pelakunya ditangkap. Apalagi, identitasnya sudah diketahui," tukasnya. (B)

Reporter: Sunaryo

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Baca Juga