adplus-dvertising

BMKG Kendari Imbau Masyarakat Waspada Fenomena La Nina

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Senin, 26 Oktober 2020
7467 dilihat
BMKG Kendari Imbau Masyarakat Waspada Fenomena La Nina
Potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dalam durasi lama. Foto: Repro SINDOnews

" Sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Sulawesi Tenggara, terancam cuaca ekstrim imbas La Nina yakni penambahan uap air atau curah hujan yang melebihi dari normalnya. "

KENDARI, TELISIK.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengimbau masyarakat Sultra mewaspadai akibat fenomena anomali La Nina.

Kasie Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Maritim Kendari, Adi Istiyono menjelaskan, La Nina merupakan anomali kondisi cuaca ekstrim yang menyebabkan curah hujan lebih tinggi sehingga meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.

“Sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Sulawesi Tenggara, terancam cuaca ekstrim imbas La Nina yakni penambahan uap air atau curah hujan yang melebihi dari normalnya,” ungkapnya, Senin (26/10/2020).


Adi menyampaikan, fenomena cuaca ekstrem tersebut, diperkirakan akan terus berlangsung hingga tiga bulan ke depan.

“Prediksi kita November, Desember dan Januari. Di wilayah kendari dan sekitarnya, potensi terjadinya fenomena La Nina, cukup tinggi dengan penambahan curah hujan antara 20 sampai 40 persen, ” tuturnya.

Baca juga: Manfaat Bersepeda Ala Komunitas Sepeda Lipat

Adi juga menuturkan dampak dari La Nina bisa berakibat pada bencana banjir di wilayah yang sering dilanda bencana.

"Membahayakan karena akan menimbulkan banjir, selain itu dampaknya juga bisa terjadi longsor dan angin kencang," tambahnya.

Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai fenomena tersebut.

"BMKG mengimbau masyarakat lebih waspada pada saat memasuki musim hujan di bulan November," imbaunya.

Kondisi La Nina merupakan fenomena alam secara global, yang biasanya akan mempengaruhi cuaca di sebagian wilayah Indonesia terutama di wilayah Tengah dan Timur. (B)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Baca Juga