KENDARI, TELISIK.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengimbau masyarakat Sultra mewaspadai akibat fenomena anomali La Nina.
Kasie Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Maritim Kendari, Adi Istiyono menjelaskan, La Nina merupakan anomali kondisi cuaca ekstrim yang menyebabkan curah hujan lebih tinggi sehingga meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.
“Sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Sulawesi Tenggara, terancam cuaca ekstrim imbas La Nina yakni penambahan uap air atau curah hujan yang melebihi dari normalnya,” ungkapnya, Senin (26/10/2020).
Adi menyampaikan, fenomena cuaca ekstrem tersebut, diperkirakan akan terus berlangsung hingga tiga bulan ke depan.
“Prediksi kita November, Desember dan Januari. Di wilayah kendari dan sekitarnya, potensi terjadinya fenomena La Nina, cukup tinggi dengan penambahan curah hujan antara 20 sampai 40 persen, ” tuturnya.
