Bupati Muna Jawab Polemik Pelantikan Kades Oensuli Hasil Pemilihan 2022
Sunaryo, telisik indonesia
Senin, 04 Mei 2026
0 dilihat
Bupati Muna, Bachrun Labuta, melantik Kades Oensuli, La Ode Abdul Kadir Jaelani, Senin (4/5/2026). Foto: Sunaryo/Telisik
" Bupati Muna, Bachrun Labuta, menjawab polemik pelantikan La Ode Abdul Kadir Jaelani sebagai Kepala Desa (Kades) Oensuli, Kecamatan Kabangka, hasil pemilihan tahun 2022 lalu "

MUNA, TELISIK.ID - Bupati Muna, Bachrun Labuta, menjawab polemik pelantikan La Ode Abdul Kadir Jaelani sebagai Kepala Desa (Kades) Oensuli, Kecamatan Kabangka, hasil pemilihan tahun 2022 lalu.
Bachrun bilang, banyak pihak yang tidak setuju Kadir Jaelani dilantik. Namun, ia tetap melantiknya sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
Saat Pilkades tahun 2022 lalu empat desa yakni Parigi, Kambawuna, Wawesa, dan Oensuli, melanggar aturan karena kades dilantik hasil pemungutan suara ulang (PSU).
Sebagai bupati, Bachrun mengakui kesalahan itu. Karenanya, yang menyalahi aturan ia mengatakan harus diperbaiki.
Baca Juga: PT Vale Perkuat ESG 2025, Investasi Lingkungan Naik 54,3 Persen
Tiga kades hasil pemilihan 2022 yakni Parigi, Kambawuna, dan Wawesa telah lebih dulu dilantik. Kini, Kades Oensuli, Kadir Jaelani baru saja dilantik, Senin (4/4/2026).
"PSU itu bentuk kedzoliman, makanya kita perbaiki yang melanggar aturan," kata Bachrun.
Dasar pelantikan kades Oensuli merujuk pada surat Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 100.3.5.5/3300/BPD perihal penyelesaian permasalahan Pilkades, laporan hasil pemeriksaan Ombudsman Nomor 0003/LM/1/2023/KDI, rapat Forkopimda 22 Januari 2026, dan laporan hasil audit investigasi yang dilakukan Inspektorat berdasarkan rekomendasi Komisi I DPRD Muna.
Baca Juga: Kejari Wakatobi Tingkatkan Kasus Dugaan Korupsi BOS SMAN 2 Wangi-Wangi ke Penyidikan, Tersangka Tunggu Hasil Audit
Bachrun menegaskan, sebagai kepala daerah, harus selalu jujur. Ia tak mau yang menyalahi aturan dibenarkan.
Ia juga mengingatkan para kades sebagai pemimpin di desa tidak berharap selalu mau senangi oleh semua orang.
"Kita sebagai pemimpin, ketika berbuat baik dan jujur, banyak yang tidak senangi. Jadi tolong di camkan, kita jadi pemimpin jangan berharap disanjung. Saya sering dihujat sana sini, tapi, saya hanya ikhlaskan saja," terangnya. (C)
Penulis: Sunaryo
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS