adplus-dvertising

Cegah Transmisi Lokal Omicron, Masyarakat Diimbau Hindari Keramaian Pergantian Tahun

Marwan Azis, telisik indonesia
Rabu, 29 Desember 2021
338 dilihat
Cegah Transmisi Lokal Omicron,  Masyarakat Diimbau Hindari Keramaian Pergantian Tahun
Masyarakat diimbau menghindari keramaian di saat pergantian tahun untuk mencegah penularan Omicron. Foto: Repro jogja.suara.com

" Untuk mencegah transmisi lokal Omicron, masyarakat diimbau menghindari aktivitas di tempat-tempat ramai di akhir tahun "

JAKARTA, TELISIK.ID - Untuk mencegah transmisi lokal Omicron, masyarakat diimbau menghindari aktivitas di tempat-tempat ramai di akhir tahun.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPR RI, Puan Maharani merespon ditemukannya satu kasus transmisi lokal kasus varian baru COVID-19 jenis Omicron.

"Kita harus sama-sama mencegah agar kasus Omicron di Indonesia tidak semakin meluas,” kata Puan dalam keterangan pers yang diterima Telisik.id di Jakarta, Rabu (29/12/2022).


Dikatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan kasus pertama transmisi lokal Omicron di mana pasien diketahui tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dalam waktu dekat, namun pernah mendatangi sebuah restoran di pusat Kota Jakarta.

Untuk itu, Politisi PDIP ini meminta masyarakat agar lebih waspada.

“Terutama pada momen libur akhir tahun ini. Kita harus pahami bersama agar euforia pergantian tahun diperingati secara bijaksana dengan membatasi aktivitas yang berisiko memunculkan terjadinya penularan Omicron,” imbuhnya.

Puan mengingatkan Pemda agar betul-betul memantau mobilitas warga di daerahnya masing-masing. Khususnya pada momen malam pergantian tahun agar tidak ada kegiatan yang menimbulkan keramaian.

“Merayakan pergantian tahun cukup bersama keluarga atau ‘bubble’ masing-masing di rumah mengingat varian Omicron sangat cepat penyebarannya. Maka kesadaran dari masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk menghindari lonjakan kasus COVID-19 di kemudian hari,” paparnya.

Ia mendukung kebijakan pemerintah yang melarang WNI untuk keluar negeri sementara waktu. Puan mengingatkan, Omicron masih bisa menyerang orang yang sudah divaksinasi lengkap dan memiliki imunitas dari infeksi sebelumnya.

“Para pakar sudah menyebut, Omicron bisa memicu reinfeksi pada orang yang pernah terpapar Corona, termasuk varian Delta. Dan dikhawatirkan dampaknya akan lebih parah dibanding paparan virus sebelumnya, sehingga seluruh masyarakat harus aware dan memperketat protokol kesehatan,” ucapnya.

Puan mendorong kepada masyarakat yang belum mendapat vaksin COVID-19 untuk segera divaksin.

Baca Juga: DPR Sarankan Penghapusan BBM Premium Dikuti Penurunan Harga Pertalite

Ia juga berharap program vaksinasi dilakukan secara optimal, dan pemerintah mempercepat vaksin booster.

“Tracing harus dilakukan secara seksama dan karantina perlu diperketat. Pemda juga harus bersiap dengan kemungkinan peningkatan kasus di daerahnya karena efek penyebaran Omicron di masyarakat tak akan langsung terlihat,” ujarnya.

Puan juga meminta kepada Satgas Penanganan COVID-19 dan instansi terkait agar lebih tegas dan disiplin mengikuti prosedur yang ada. Hal ini menyusul lolosnya peserta karantina yang positif virus Corona varian Omicron di Wisma Atlet setelah melakukan tes COVID-19 pembanding dengan hasil negatif.

Baca Juga: Soroti Fenomena Kekerasan Seksual, Wakil Ketua DPD Desak Kepolisian dan Kominfo Segera Bertindak

“Pada akhirnya yang bersangkutan terbukti terpapar Omicron. Maka harus ada standarisasi lab pengetesan yang dilakukan dengan tegas sehingga rujukan hasil tes pelaku perjalanan internasional adalah sama,” tegasnya. C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Haerani Hambali 

Baca Juga