Dorong Digitalisasi, MAN 1 Kendari Terapkan E-Presensi hingga Pantauan Orang Tua Real Time

Ana Pratiwi, telisik indonesia
Selasa, 13 Januari 2026
0 dilihat
Dorong Digitalisasi, MAN 1 Kendari Terapkan E-Presensi hingga Pantauan Orang Tua Real Time
Kepala MAN 1 Kendari, La Tangkalalo terapkan E-Presensi untuk mendorong transformasi digital. Foto: Ana Pratiwi/Telisik.

" Digitalisasi dinilai menjadi kunci peningkatan kedisiplinan guru dan siswa "

KENDARI, TELISIK.ID - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kendari terus mendorong transformasi digital dalam sistem pelayanan dan pembelajaran sebagai bagian dari implementasi kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Digitalisasi dinilai menjadi kunci peningkatan kedisiplinan guru dan siswa, sekaligus memperkuat peran orang tua dalam memantau aktivitas belajar anak.

Kepala MAN 1 Kendari, La Tangkalalo mengatakan, digitalisasi diterapkan untuk memastikan layanan pendidikan berjalan cepat, transparan dan terukur.

"Digitalisasi kami terapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus kedisiplinan guru dan siswa,” ujar La Tangkalalo kepada telisik.id, Senin (12/1/2026).

Saat ini, MAN 1 Kendari telah mengoperasikan sejumlah sistem berbasis digital, seperti e-jurnal, e-presensi, dan e-counseling. Melalui e-jurnal, pihak sekolah dapat memantau kehadiran guru di kelas secara real time dari mana saja.

Baca Juga: Membanggakan, MAN 1 Kendari Raih 96 Prestasi Siswa Sepanjang 2025

Sementara e-presensi memungkinkan orang tua menerima notifikasi langsung terkait kehadiran anaknya di setiap jam pelajaran.

"Begitu guru mengabsen dan mengirim data, notifikasi langsung masuk ke ponsel orang tua. Mereka bisa mengetahui anaknya mengikuti pelajaran apa dan di jam berapa,” jelasnya.

Jika siswa tidak mengikuti pembelajaran karena sakit atau mengikuti lomba, keterangan tersebut juga tercatat dalam sistem. Skema ini membuat orang tua tidak lagi hanya bergantung pada laporan manual, karena pemantauan dilakukan secara langsung dan transparan.

La Tangkalalo menilai, sistem digital tersebut sangat membantu, baik bagi guru maupun orang tua. Pengawasan terhadap siswa pun tidak lagi sepenuhnya berada di tangan sekolah, melainkan melibatkan keluarga secara aktif.

Meski demikian, ia mengakui penerapan digitalisasi memiliki tantangan, terutama dari sisi anggaran. Beberapa aplikasi berbayar diperlukan untuk menampung jumlah siswa yang mencapai hampir 1.300 orang, sementara layanan gratis memiliki keterbatasan kapasitas.

Selain penguatan sistem digital, MAN 1 Kendari juga mengembangkan inovasi untuk meningkatkan daya tarik madrasah di mata publik. Salah satunya melalui Madrasah Aliyah Young Competition (MAY.COM) yang menyasar siswa SMP dan MTs.

"Tahun ini kami kembangkan tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga olahraga,” katanya.

Kompetisi tersebut meliputi LCT MIPA, Olimpiade Bahasa Inggris, Olimpiade Bahasa Arab, hingga cabang olahraga seperti bulu tangkis yang digelar di fasilitas berstandar nasional. Para juara berhak mendapatkan golden ticket, yakni jalur masuk MAN 1 Kendari tanpa tes seleksi.

Dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, MAN 1 Kendari juga memperkuat pembinaan akademik. Sebagai madrasah berakreditasi A Unggul, MAN 1 Kendari memperoleh kuota jalur prestasi sebesar 40 persen, yang dibarengi dengan program bimbingan intensif sejak semester awal.

"Kami sudah bekerja sama melalui MoU dengan pihak universitas untuk bimbingan mata pelajaran tertentu, sekaligus persiapan olimpiade,” ungkap La Tangkalalo.

Upaya tersebut membuahkan hasil dengan berbagai prestasi nasional dan internasional, termasuk medali perak riset di Universitas Indonesia dan medali emas internasional di bidang robotik. Menurut La Tangkalalo, capaian ini menegaskan riset sebagai keunggulan utama MAN 1 Kendari.

Meski belum memiliki laboratorium terpadu sendiri, madrasah tetap mendukung penuh kegiatan penelitian siswa dengan menyewa fasilitas laboratorium eksternal dan menanggung sebagian besar biaya penelitian.

"Guru-guru kami kuat di bidang riset dan anak-anak punya motivasi tinggi. Sebagai madrasah riset, kami harus menjawabnya dengan prestasi,” tegasnya.

Baca Juga: Membanggakan, MAN 1 Kendari Raih 96 Prestasi Siswa Sepanjang 2025

Ke depan, MAN 1 Kendari berharap mendapat dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan laboratorium riset melalui skema SBSN yang telah diajukan secara berkelanjutan sejak 2019.

Menutup pernyataannya, La Tangkalalo menegaskan bahwa MAN 1 Kendari tidak hanya berfokus pada satu bidang prestasi. Meski riset menjadi penguatan utama, madrasah tetap mendorong capaian di bidang olahraga, seni, dan keagamaan.

"Untuk maju, riset itu kuncinya. Tidak mungkin seseorang menulis jika tidak pernah membaca,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga