Ekonomi Muna Tumbuh 5,59 Persen, Pepet Laju Pertumbuhan Ekonomi Sultra
Sunaryo, telisik indonesia
Selasa, 09 Juni 2026
0 dilihat
Bupati Muna, Bachrun Labuta bersama Wabup, La Ode Asrafil Ndoasa di perkebunan jagung yang sektor peningkatan pertumbuhan ekonomi. Foto: Sunaryo/Telisik
" Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Muna tahun 2026 ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan "

MUNA, TELISIK.ID - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Muna tahun 2026 ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Muna, triwulan I tahun 2026, data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), ekonomi Kabupaten Muna tumbuh sebesar 5,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/y-on-y).
Kepala BPS Muna, Leman Jaya menerangkan, pertumbuhan ekonomi Muna didorong dari lapangan usaha yang meliputi meningkatnya aktivitas di sektor akomodasi dan makan minum yang tumbuh sebesar 25,30 persen, industri pengolahan 18,66 persen, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor yang tumbuh 16,03 persen, informasi dan komunikasi yang tumbuh sebesar 13,62 persen serta sektor pertanian, perikanan dan peternakan yang tumbuh 1,66 persen.
Kemudian, dari struktur ekonomi masih didominasi oleh sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan dengan kontribusi sebesar 28,50 persen terhadap total PDRB, disusul oleh perdagangan besar dan eceran sebesar 18,02 persen, konstruksi sebesar 10,12 persen serta administrasi pemerintahan sebesar 9,23 persen.
"Sektor pertanian saat ini, masih menjadi fondasi utama perekonomian masyarakat," kata Leman, Selasa (9/6/2026).
Baca Juga: Kolaborasi Bupati Muna dan Ridwan Bae, Pantai Kota Raha Bakal Disulap jadi Kawasan Wisata Terpadu
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Muna, La Ode Sairuddin menyatakan, capaian yang didapat itu menunjukkan peningkatan yang siginifikan dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,89 persen. Bahkan, pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2026 telah melampaui capaian pertumbuhan ekonomi tahunan Kabupaten Muna tahun 2025 yang hanya sebesar 3,89 persen.
"Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Muna semakin mendekati laju pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara (Sultra) triwulan I tahun 2026 sebesar 6,23 persen dan hanya terpaut 0,02 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama yang mencapai 5,61 persen," ungkapnya.
Pria yang karib disapa Epi itu menerangkan, pertumbuhan ekonomi itu tidak terlepas dari peran strategis sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Ketiga sektor itu menjadi kontributor terhadap PDRB Kabupaten Muna dengan nilai Rp 732,8 M atau sekitar 28,5 persen dari total perekonomian daerah.
Kinerja positif sektor itu pula menunjukkan pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal terus memberikan hasil yang nyata bagi masyarakat. Di mana, capaian tersebut sejalan dengan visi pembangunan yang diusung Bupati, Bachrun Labuta dan Wakil Bupati (Wabup), La Ode Asrafil Ndoasa melalui Industrialisasi JATI (Jagung, Hortikultura, Ternak dan Ikan).
Sejak awal pemerintahan pasangan Bahtera itu, secara konsisten menggenjot pengembangan sektor-sektor unggulan melalui program kolaborasi Gerakan Percepatan Pembangunan Ekonomi Berbasis Komoditas Unggulan (GERCEP POKADULU). Program ini adalah sinergitas dan kolaborasi pada semua tingkat pemerintahan dan pelaku usaha termasuk BUMDes dan koperasi yang diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dengan meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas unggulan di sektor pertanian seperti jagung, beberapa komoditas hortikultura, rumput laut, udang, ayam ras petelur, ayam pedaging dan beberapa komoditas lainnya.
Dampak dari kebijakan tersebut mulai terlihat pada triwulan I tahun 2026. Sektor pertanian, peternakan dan perikanan tumbuh sebesar 1,66 persen (year on year), berbalik arah dengan secara signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang minus 5,06 persen. Terjadi peningkatan secara signifikan produktivitas komoditas jagung kuning dan neraca ketahanan pangan komoditas telur ayam ras sebesar 52 persen dari total kebutuhan yang sebelumnya hanya 18 persen.
"Perbaikan kinerja ini menjadi indikator bahwa upaya Pemkab Muna dalam memperkuat sektor rill mulai memberikan hasil positif dan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih kuat, berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan rakyat," terangnya.
Baca Juga: Pemkab Muna Siapkan Rp 30 Miliar Gaji 13 ASN
Sementara itu, Bupati Muna, Bachrun Labuta mengatakan, pertumbuhan ekonomi merupakan bukti pembangunan ekonomi yang bertumpu pada industrialisasi JATI berada pada jalur yang tepat.
Ia yakin, kemajuan daerah harus dibangun dari kekuatan sektor riil yang dimiliki oleh masyarakat. Karena itu, Pemkab akan terus memperkuat fondasi perekonomian daerah melalui peningkatan produksi dan produktifitas, hilirisasi dan penciptaan nilai tambah komoditas unggulan, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi secara statistik, tetapi juga berkualitas, inklusif dan berkelanjutan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
"Mohon dukungan seluruh masyarakat untuk berkolaborasi memajukan daerah ini sesuai dengan potensi besar yang kita miliki," pintanya. (A)
Penulis: Sunaryo
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS