Fokus Pergerakan Masuk Jatim, Begini Cara Polda Lakukan Pengamanan Saat Nataru

Try Wahyudi Ary Setyawan, telisik indonesia
Senin, 20 Desember 2021
0 dilihat
Fokus Pergerakan Masuk Jatim, Begini Cara Polda Lakukan Pengamanan Saat Nataru
Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Latif Usman. Foto: Yudhie/Telisik

" Polda Jatim melakukan pengamanan pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Narura) "

SURABAYA, TELISIK.ID - Untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru (Narura) Polda Jatim mendirikan 162 pospam (Pos Pengamanan), 50 Posyan (Pos Pelayanan) dan 7 pos area.

Secara keseluruhan, pos-pos tersebut akan disebar di daerah Pantura, jalur tengah, tapal kuda dan di wilayah Madura.

“Juga akan didirikan di perbatasan Tol Ngawi,” ungkap Dirlantas Polda Jatim Latif Usman di Mapolda Jatim, Senin (20/12/2021).

Latif Usman mengatakan, pihaknya memprediksi dalam Nataru nanti, akan ada pergerakan masyarakat masuk Jatim.

“Hal ini karena tidak ada penyekatan, akan diperkirakan akan masuk ke Jatim sebanyak 1,8 juta orang,” jelasnya.

Penduduk Jatim sendiri, kata Latif, ada 40 juta orang ditambah dengan 1,8 juta orang yang beraktivitas di jalan.

”Ini yang akan kami kelola bagi warga yang melalui jalan tol, jalan arteri dan serta jalur alternatif,” terangnya.

Baca Juga: Terkumpul Puluhan Juta, Telisik Care Salurkan Donasi Pembaca Telisik.id

Alumni akpol 1995 ini mengatakan, di pos pelayanan pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang melintas di jalan-jalan tersebut.

“Nanti akan dilakukan random test misalnya rapid dan dilakukan pengecekan terhadap orang yang sudah divaksin apa belum,” sambungnya.

Mantan Dirlantas Polda DIY ini juga mengatakan, jika nantinya dijumpai masyarakat belum divaksin, maka saat itu juga dilakukan vaksin yang dilakukan di pos pelayanan yang sudah disediakan.

Baca Juga: Viral: Walau Hanya Seorang Petani, Kakek Muslim Ini Tulus Hibahkan Tanahnya untuk Gereja

Untuk pengamanan saat natal, mantan Kapolres Semarang ini menambahkan, pihaknya menyediakan sarana untuk aplikasi peduli lindungi yang ditempatkan di sejumlah gereja yang ada di Jatim.

“Kami aktifkan peduli lindungi di gereja-gereja dan juga pembatasan jumlah pengunjung gereja,” jelasnya.

Setiap jemaat gereja, kata Latif, adalah jemaat yang sudah diundang atau terdaftar.

”Pelaksanaan prokes harus benar-benar diterapkan agar tak ada peningkatan pandemi,” jelasnya. (C)

Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan

Editor: Fitrah Nugraha

Baca Juga