BPKK Kendari Cetak Wirausahawan Inklusif dan Libatkan Disabilitas untuk Buka Lapangan Kerja Baru

Ana Pratiwi, telisik indonesia
Kamis, 23 Juli 2026
0 dilihat
BPKK Kendari Cetak Wirausahawan Inklusif dan Libatkan Disabilitas untuk Buka Lapangan Kerja Baru
Foto bersama peserta pelatihan wirausaha inklusif yang digelar oleh BPKK Kendari. Foto: Ana Pratiwi/Telisik

" BPKK Kendari menggelar pelatihan wirausaha inklusif guna mencetak pelaku usaha baru, memperluas kesempatan kerja, serta melibatkan penyandang disabilitas secara setara "

KENDARI, TELISIK.ID - BPKK Kendari menggelar pelatihan wirausaha inklusif guna mencetak pelaku usaha baru, memperluas kesempatan kerja, serta melibatkan penyandang disabilitas secara setara.

Kegiatan bertajuk Wirausaha Inklusif, Tumbuh Bersama tersebut diselenggarakan Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kendari, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI di Aula BPKK Kendari, Kamis (23/7/2026).

Program ini dirancang untuk melahirkan wirausahawan baru yang mampu menciptakan lapangan kerja secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan tersebut juga memberikan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas agar dapat mengembangkan potensi dan membangun usaha secara mandiri.

Sebanyak 75 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari Kabupaten Konawe Utara, Konawe, Konawe Selatan, dan Kota Kendari. Sekitar 10 persen dari jumlah peserta merupakan penyandang disabilitas yang mendapat kesempatan mengikuti pembekalan bersama peserta lainnya.

Baca Juga: Bank Sultra Sukses Salurkan 50.537 Rekening SimPel, Dukung Kendari Capai Target 100 Persen Program KEJAR

Kepala BPKK Kendari sekaligus Ketua Panitia, Mashur Malaka, mengatakan peserta yang dipilih merupakan masyarakat yang belum pernah mengikuti program serupa. Langkah tersebut dilakukan agar manfaat pelatihan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan menghindari terjadinya duplikasi penerima program.

Menurut Mashur, pelatihan tidak hanya ditujukan untuk membentuk usaha baru, tetapi juga mendorong pengembangan usaha yang telah berjalan agar mampu berkembang dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

“Setelah pelatihan dan pembekalan ini, kami akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat sejauh mana output dan outcome-nya. Jika output-nya peserta sudah memiliki usaha, maka outcome yang lebih tinggi adalah berapa banyak orang yang bisa mereka pekerjakan,” ujarnya.

Untuk memperkuat materi pelatihan, BPKK Kendari menghadirkan narasumber tunggal, yakni Prof. Dr. Musadar Mappasomba. Materi yang diberikan difokuskan pada pengembangan kapasitas kewirausahaan, penggalian potensi usaha, serta strategi membangun bisnis yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara, Ali Haswandy, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang melibatkan penyandang disabilitas. Menurutnya, pemberdayaan kelompok disabilitas tidak cukup hanya melalui kewajiban perusahaan mempekerjakan tenaga kerja disabilitas, tetapi juga dengan membuka peluang bagi mereka untuk menjadi pelaku usaha.

Baca Juga: Peluang Usaha: Lima Pekerjaan Tanpa Modal untuk Ibu Rumah Tangga, Fleksibel dan Tetap Hasilkan Cuan

“Angka pengangguran bukan hanya soal angka-angka, tetapi terkait dengan kualitas dari pekerja itu. Diharapkan kegiatan ini mampu membuka sumber-sumber ekonomi baru yang mampu menyerap tenaga kerja secara berkelanjutan,” kata Ali Haswandy.

Ia menambahkan, sektor usaha kuliner menjadi salah satu bidang yang memiliki peluang untuk dikembangkan oleh penyandang disabilitas. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan untuk membangun usaha yang produktif.

Dukungan terhadap kegiatan itu juga disampaikan Pemerintah Kota Kendari melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari, Dr. Farida Agustina. Ia menilai perkembangan teknologi harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan perubahan pola transaksi dan kebutuhan pasar.

“Pemerintah Kota Kendari terus berkomitmen untuk menjadikan Kendari maju. Bukan hanya slogan, tetapi dalam mewujudkan Kendari semakin maju, sektor kewirausahaan sangat penting. Harapan kita, teknologi dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga dapat mengimplementasikan pengetahuan untuk membuka lapangan kerja baru,” pungkas Farida.

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga