KUPANG, TELISIK.ID - Presiden Joko Widodo menyoroti kenaikan kasus yang terjadi di daerah Luar Jawa-Bali. Terutama Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal ini disebabkan oleh penambahan kasus aktif di NTT naik signifikan dalam sepekan terakhir.
Saat Rapat Terbatas Evaluasi Perkembangan dan Tindak Lanjut PPKM Level 4 di Istana Kepresidenan Bogor, 7 Agustus 2021, Presiden menyampaikan bahwa Provinsi NTT harus hati-hati
"Yang perlu hati-hati, NTT. NTT hati-hati," tekan Presiden yang dikutip dalam siaran pers Senin (9/8/2021).
Jokowi menyebutkan, dari data yang diterima selama sepekan ini, penambahan kasus aktif di NTT yang awalnya hanya di bawah seribu kasus naik menjadi hampir 4 ribu kasus baru per harinya.
