Investor Belanda Jajaki Pembangunan Pabrik Jambu Mete di Baubau
Elfinasari, telisik indonesia
Senin, 07 September 2026
0 dilihat
Pemkot Baubau saat menerima kehadiran investor asal Belanda di Kantor Wali Kota Baubau. Foto: Ist.
" Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menyatakan kesiapan menyambut rencana investasi perusahaan internasional Cornhouse B.V. "

BAUBAU, TELISIK.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menyatakan kesiapan menyambut rencana investasi perusahaan internasional Cornhouse B.V., perusahaan perdagangan global (global trading house) yang berbasis di Rotterdam, Belanda.
Perusahaan tersebut tengah menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan komoditas jambu mete, termasuk rencana pembangunan pabrik pengolahan jambu mete di Kota Baubau.
Rencana investasi tersebut dibahas dalam pertemuan yang dihadiri investor asal Belanda, Utusan Khusus Presiden (UKP), jajaran Kementerian Pertanian, serta Dinas Tanaman Perkebunan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara.
Wali Kota Baubau, Yusran Fahim mengatakan, Pemkot Baubau terbuka terhadap kehadiran investor yang ingin mengembangkan usaha di daerah. Namun, rencana tersebut saat ini masih dalam tahap penjajakan.
"Kalau memang mereka mau ke Baubau, kita siap. Mudah-mudahan ada berita baik untuk terselenggaranya kegiatan tersebut. Mereka berencana untuk membuat pabrik di sini," ujar Yusran Fahim, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah bahkan siap membantu mencarikan lahan apabila rencana investasi tersebut benar-benar terealisasi. Meski demikian, ia mengakui ketersediaan lahan di Kota Baubau relatif terbatas.
"Kita sadari bahwa lahan yang tersedia tidak seberapa. Tetapi kita ini menjadi pusat perdagangan," katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik, Yusran melihat potensi jambu mete tidak hanya berasal dari wilayah Kota Baubau. Daerah-daerah di sekitar Baubau, seperti Kabupaten Buton, Buton Selatan, dan Buton Tengah, dinilai memiliki potensi untuk mendukung terbentuknya sentra jambu mete di kawasan Baubau dan Kepulauan Buton.
Baca Juga: 2027, Dinkes Muna Bangun Dua Perumahan Dokter dan Adakan 4 Unit Ambulance
Ia mengenang, pada era 1980-an, komoditas jambu mete pernah menjadi salah satu potensi ekonomi yang cukup besar di Baubau dan sekitarnya. Karena itu, peluang investasi tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kejayaan komoditas jambu mete di daerah.
"Saya ingat tahun 1980-an itu Baubau ini sangat-sangat banyak. Terakhir mungkin karena pengusahanya yang tidak ada. Tetapi sekarang seandainya itu ada, kita berupaya bagaimana caranya untuk mengembalikannya," ungkapnya.
Yusran juga menilai masuknya investasi pengolahan jambu mete akan memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk ikut mengambil bagian dalam rantai ekonomi yang terbentuk.
Menurutnya, kehadiran investor tidak hanya berdampak pada pembangunan pabrik, tetapi juga dapat membuka ruang kemitraan antara pengusaha besar dengan pelaku usaha lokal.
"Dengan terbukanya peluang ini, dengan sendirinya UMKM akan terlibat nantinya untuk mereka bisa memposisikan diri agar bisa bermitra lebih baik dengan pengusaha yang akan datang ke Kota Baubau," jelasnya.
Selain UMKM, investasi tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat, termasuk generasi muda atau Gen Z. Menurut Yusran, generasi muda saat ini cenderung selektif dalam memilih pekerjaan sehingga kehadiran investasi dengan peluang penghasilan yang baik diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi mereka untuk masuk ke dunia kerja.
Yusran berharap, pengalaman dan jaringan bisnis investor di berbagai negara dapat membawa standar baru dalam pengembangan industri jambu mete di Baubau. Ia juga berharap kehadiran investasi tersebut dapat mendorong masyarakat lokal meningkatkan kemampuan dan kualitas usaha.
Ia berharap proses penjajakan investasi dapat berlanjut ke tahap yang lebih konkret sehingga rencana pembangunan industri pengolahan jambu mete dapat direalisasikan dan memberikan dampak ekonomi bagi petani, UMKM, tenaga kerja, serta perekonomian kawasan Kepulauan Buton.
Sementara itu, salah seorang warga Baubau, Kiya menyambut baik rencana pembangunan pabrik pengolahan jambu mete tersebut.
Baca Juga: Proyek Jalan Dete-Pantai Huntete Tetap Dilanjutkan Pemkab Wakatobi di Tengah Penolakan Warga
Menurutnya, program tersebut dapat menjadi peluang bagi petani jambu mete untuk meningkatkan kesejahteraan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi generasi berikutnya.
"Program ini bagus untuk para petani jambu mete ke depannya. Bukan hanya kita yang merasakan manfaatnya, tetapi anak cucu kita juga bisa ikut menikmati. Apalagi kalau pemerintah ikut mendukung. Dari pada lahan yang ada dibiarkan menjadi lahan tidur," tuturnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Anto. Ia menyebut wilayah Kelurahan Kaisabu Baru, Kota Baubau memiliki potensi untuk pengembangan komoditas jambu mete dan kelapa.
Menurutnya, potensi tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut apabila mendapat dukungan dari pemerintah dan pihak investor. (A)
Penulis: Elfinasari
Editor: Kardin