TEHERAN, TELISIK.ID - Serangan Israel terhadap sejumlah fasilitas militer dan nuklir Iran memicu respons cepat dari Teheran. Pemerintah Iran mempercepat distribusi sistem senjata strategis yang dijuluki “senjata kiamat” sebagai langkah balasan terhadap serangan yang menewaskan tokoh-tokoh penting militer.

Salah satu korban dalam serangan tersebut adalah Mohammad Bagheri, kepala militer Iran, serta Hossein Salami, kepala Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Serangan terkoordinasi itu diyakini telah lama direncanakan oleh Israel, bahkan dilaporkan mendapat restu tidak langsung dari Amerika Serikat. Hal ini menandai peningkatan besar dalam tensi keamanan kawasan Timur Tengah, terutama di tengah kegagalan upaya diplomasi terkait kesepakatan nuklir Iran dengan negara Barat.

Akibatnya, Iran kini mempertimbangkan untuk menyusun ulang kebijakan pertahanan dan nuklirnya secara agresif.

Menurut Ali Vaez dari International Crisis Group, serangan Israel bisa memicu kebijakan baru Iran dalam mengejar pengembangan senjata nuklir.