Peluang Usaha: Budikdamber Menjanjikan hanya Modal Rp 300 Ribu
Erni Yanti, telisik indonesia
Kamis, 28 Mei 2026
0 dilihat
Instalasi budidaya ikan nila menggunakan sistem ember bertingkat dengan sirkulasi air sederhana untuk menjaga kualitas oksigen dan mendukung pertumbuhan ikan. Foto: Ist.
" Keterbatasan lahan di area perkotaan tidak lagi menjadi penghalang bagi masyarakat yang ingin terjun ke sektor agribisnis "

KENDARI, TELISIK.ID - Keterbatasan lahan di area perkotaan tidak lagi menjadi penghalang bagi masyarakat yang ingin terjun ke sektor agribisnis.
Belakangan ini, tren Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) kian diminati sebagai peluang usaha rumahan yang sangat potensial.
Selain tidak membutuhkan ruang yang luas, modal awal untuk memulai usaha ini terbilang sangat terjangkau bagi pemula.
Berdasarkan data rincian modal dari pelaku budidaya, investasi awal untuk membangun satu unit sistem Budikdamber mandiri hanya berkisar di angka Rp 300.000. Konsep ini menggabungkan teknik budidaya ikan air tawar sekaligus tanaman sayur secara akuaponik dalam satu wadah.
Rincian Modal dan Kebutuhan Produksi
Untuk memulai satu siklus budidaya dengan memanfaatkan lahan di pekarangan rumah atau gang sempit, berikut adalah rincian komponen biaya yang dibutuhkan:
Baca Juga: Peluang Usaha: 4 Ide Bisnis di Desa yang Viral di TikTok, Modal Terjangkau dan Menjanjikan
Estimasi harga
- Ember Kapasitas 80 Liter Rp 80.000
- Keran Guci Dolphin (Penyaring/Kuras) Rp 8.000
- Garam Krosok/Garam Ikan (1 kg) Rp 4.000
- Pakan Hi-Pro-Vite -2 (10 kg) Rp 140.000
- Bibit Ikan Lele Ukuran 9 (100 ekor) Rp 35.000
- Antibiotik Red Bluedox (120 ml) Rp 9.500
- Antibiotik PK (10 gram) Rp 6.500
Total Estimasi Modal Rp 283.000
Catatan: Sisa anggaran dari total Rp 300.000 dapat dialokasikan untuk kebutuhan instalasi pendukung seperti gelas plastik media tanam sayur (kangkung) dan pipa paralon air.
Keunggulan utama dari sistem Budikdamber adalah efisiensi ruang dan hasil ganda yang didapatkan dalam sekali panen. Bagian dalam ember digunakan untuk membesarkan 100 ekor bibit lele yang dikenal memiliki daya tahan tinggi.
Sementara itu, bagian atas ember dimanfaatkan sebagai media tanam sayuran seperti kangkung atau sawi, memanfaatkan nutrisi dari kotoran ikan yang mengalir melalui sistem sirkulasi air sederhana.
Baca Juga: Peluang Usaha: Bumbu Instan hingga Catering Menjanjikan hanya Modal Kecil
"Usaha ini sangat cocok untuk skala rumah tangga. Selain konsumsi pribadi, jika dikembangkan menjadi 5 sampai 10 ember di lorong rumah, hasilnya bisa menjadi sumber pendapatan harian yang menjanjikan bagi keluarga," ujar salah seorang praktisi budidaya perkotaan.
Meskipun terlihat mudah, para pelaku usaha tetap mengingatkan pentingnya menjaga kualitas air menggunakan garam ikan dan antibiotik yang tepat guna mencegah stres pada benih lele di awal tebar.
Dengan manajemen pakan yang disiplin dan pemanfaatan platform komunitas digital untuk pemasaran, Budikdamber diproyeksikan akan terus menjadi primadona usaha mikro perkotaan yang tangguh. (C)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS