Jawab Kebijakan Tarif Timbal Balik Trump, Hubungan Dagang Prabowo dan Macron Kian Mesra
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Minggu, 06 April 2025
0 dilihat
Prabowo Subianto dan Emmanuel Macron sepakat perkuat hubungan dagang pasca tarif Trump. Foto: Instagram@prabowo
" Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron sepakat memperkuat kerja sama ekonomi setelah kebijakan Trump "


JAKARTA, TELISIK.ID - Langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menerapkan tarif timbal balik kepada Indonesia justru mempererat kerja sama dagang antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Perancis Emmanuel Macron.
Keduanya sepakat menjawab tekanan global itu dengan memperkuat kemitraan bilateral demi kepentingan bersama.
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron sepakat memperkuat kerja sama ekonomi setelah kebijakan Trump.
Kesepakatan itu dibicarakan dalam percakapan telepon antara kedua pemimpin.
Percakapan ini berlangsung dua hari setelah Presiden Donald Trump umumkan tarif resiprokal terhadap beberapa negara. Trump mengumumkan kebijakan tarif timbal balik pada Selasa (2/4/2025), di Washington, Amerika Serikat.
Kebijakan itu berdampak pada negara-negara seperti Indonesia dan anggota Uni Eropa termasuk Perancis.
Presiden Prabowo menyampaikan isi percakapan dengan Macron melalui akun media sosial resminya @prabowo. Dalam unggahannya, Prabowo menyatakan pentingnya menjaga kerja sama Indonesia dan Perancis secara strategis.
“Kerja sama strategis Indonesia dan Perancis mencerminkan kepentingan nasional dan stabilitas dunia,” tulis Prabowo, dikutip telisik.id, Minggu (6/4/2025).
Ia juga menyebut kerja sama itu berkontribusi pada kesejahteraan kawasan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. “Dalam diskusi dengan Presiden Macron, kami sepakat dorong pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Baca Juga: Tabuh Gendang Perang Dagang, 10 Barang Ekspor Indonesia Paling Berdampak Kebijakan Trump
Presiden Prabowo menyambut baik komitmen Perancis dalam memperkuat kemitraan bilateral antara kedua negara..“Mari kita perkuat sinergi dan membangun masa depan untuk kemajuan bersama,” lanjut Prabowo dalam unggahannya.
Sementara itu, Presiden Macron juga mengungkapkan isi percakapannya dengan Prabowo melalui akun @EmmanuelMacron.
Macron membagikan keterangannya dalam bahasa Indonesia dan menjelaskan rencana besar kerja sama kedua negara.
“Kami telah memutuskan memperkuat hubungan dengan proyek ambisius dan berwawasan ke depan,” tulis Macron.
Ia juga menyebut rencana kunjungan kenegaraannya ke Indonesia yang dijadwalkan akhir Mei 2025 mendatang. Macron mengatakan kerja sama akan diperluas di bidang pertahanan, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan budaya.
Selain itu, kerja sama juga akan menyentuh sektor pendidikan serta memperkuat rantai nilai di sektor kritis. Menurut Macron, salah satu prioritas kerja sama adalah sektor logam kritis dan transisi energi ramah lingkungan.
Kerja sama ini juga mencakup dukungan terhadap transformasi energi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan. Dalam percakapan itu, Prabowo dan Macron juga membahas isu internasional termasuk perdamaian Timur Tengah.
Keduanya menyatakan dukungan terhadap upaya mengakhiri perang Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung.NMacron menyebutkan akan bekerja sama dengan Indonesia dalam konferensi terkait Gaza yang digelar bulan Juni.
“Kami akan bekerja sama dalam persiapan konferensi tentang Gaza bulan Juni,” tulis Macron dalam keterangannya.
Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kemitraan yang kuat dan visi bersama antarnegara. “Masa depan dibangun melalui kemitraan kuat, perdagangan terbuka, dan visi bersama,” lanjut Presiden Macron.
Baca Juga: Trump Tutup Semua Bantuan Luar Negeri Amerika, Kecuali Mesir dan Israel
Melansir Antara, kebijakan tarif resiprokal diumumkan oleh Presiden Trump pada 2 April 2025 lalu. Trump menyatakan kebijakan ini sebagai respons atas ketidakseimbangan perdagangan yang dianggap merugikan Amerika.
Tarif tersebut berlaku dalam dua tahap dengan pemberlakuan awal pada 5 April 2025 untuk semua negara. Tahap kedua berlaku khusus bagi beberapa negara termasuk Indonesia dan Uni Eropa mulai 9 April 2025.
Indonesia terkena tarif resiprokal sebesar 32 persen berdasarkan pengumuman resmi dari Gedung Putih. Sementara itu, Uni Eropa yang mencakup negara seperti Perancis dikenai tarif sebesar 20 persen.
Penerapan tarif ini berlaku mulai pukul 00.01 EDT atau pukul 11.01 WIB pada 9 April mendatang.
Kebijakan ini memicu respons diplomatik dari negara-negara terdampak, termasuk Indonesia dan Perancis. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS