Karyawan PT GKP Bersama Pemuda Katolik Wawonii Rayakan Syukuran Natal 2024
Sigit Purnomo, telisik indonesia
Sabtu, 28 Desember 2024
0 dilihat
Karyawan PT GKP bersama pemuda Katolik Wawonii rayakan Natal 2024. Foto: Ist
" PT Gema Kreasi Perdana (GKP) bersama Pemuda Katolik Komisariat Konawe Kepulauan (Konkep), menyelenggarakan syukur Natal 2024 di pelataran Gereja Stasi Santo Matius Penginjil, Wawo Indah, Kecamatan Wawonii Tengah, Jumat (27/12/2014) "


WAWONII, TELISIK.ID - PT Gema Kreasi Perdana (GKP) bersama Pemuda Katolik Komisariat Konawe Kepulauan (Konkep), menyelenggarakan syukur Natal 2024 di pelataran Gereja Stasi Santo Matius Penginjil, Wawo Indah, Kecamatan Wawonii Tengah, Jumat (27/12/2014).
Ketua Pemuda Katolik Gereja Santo Matius, Yustinus Nong Roja, mengatakan perayaan Natal tidak hanya ditujukan bagi umat Katolik, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat jalinan komunikasi lintas iman dan keyakinan.
“Begitu juga kami mengundang pemerintah setempat. Karena itu, kami juga mengundang tokoh-tokoh agama baik dari Islam, Hindu atau juga keyakinan lainnya,” kata Yustinus.
Yustinus menyampaikan apresiasi atas dukungan PT GKP sehingga kegiatan tersebut terselenggara dan berjalan dengan baik. Ia berharap sinergi antara perusahaan dengan kelompok gereja bisa terus berjalan dengan baik dan terpelihara.
Baca Juga: Damri Mulai Operasikan Rute Kendari-Muna Januari 2025
Manajer Eksternal Relation, Made Firiansyah, mengatakan kegiatan keagamaan merupakan bagian dari program corporate social responsibility (CSR) perusahaan di bidang sosial keagamaan.
Setiap kegiatan keagamaan, kata Made, baik Lebaran, Natal atau pun kegiatan keagamaan lainnya selalu menjadi perhatian utama PT GKP.
“Perusahaan pasti selalu mensupport dan ikut terlibat dalam kegiatan keagamaan. Karena ini sudah menjadi salah satu dari program prioritas di bidang CSR,” jelasnya.
Menurut Made, kegiatan keagaman lintas iman ini akan semakin meneguhkan komitmen keberagaman dan kebinekaan Indonesia, termasuk di Pulau Wawonii.
Made menilai, meski mayoritas masyarakat Wawonii beragama Islam, tetapi mereka terbuka dengan masyarakat dari suku atau kebudayaan lain, tidak terkecuali agama lain.
“Ini memperlihatkan bahwa masyarakat Wawonii adalah masyarakat majemuk dan sangat terbuka terhadap siapa saja yang datang dan tinggal di pulau ini,” ujar Made.
Acara syukuran Natal 2024 ini meski sederhana namun cukup meriah, dengan berbagai penampilan hiburan dan tarian yang dipersembahkan oleh kelompok remaja Stasi Santo Matius Wawo Indah.
Pembukaan kegiatan disuguhkan dengan tarian Hegong, sebuah tarian tradisional masyarakat Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Alat musik yang mengiringi tarian ini yakni gong Waning juga dibawa langsung dari Maumere.
Mereka juga menyajikan tarian dan paduan suara dengan balutan kain tenun NTT.
Baca Juga: Komplotan Pencuri Kolaka Dibongkar, Kerugian Puluhan Juta
Desa Wawo Indah, Kecamatan Wawonii Tengah, Kabupaten Konawe Kepulauan, merupakan desa tempat program transmigrasi dilaksanakan.
Selain masyarakat dari Flores, Wawo Indah juga dihuni masyarakat yang berasal dari Bali dan Jawa. Mereka sudah ada di Pulau Kelapa ini lebih dari 30 tahun, tepatnya sejak November 1992.
Warga yang sebelumnya sebagai transmigrant ini sudah menjadi bagian integral dari masyarakat Wawonii, meski tetap membawa identitas lokal mereka.
Kehadiran trasnmigran dari berbagai wilayah tersebut semakin memperkaya keberagaman Wawonii, khususunya di Wawonii Tengah. (C-Adv)
Penulis: Sigit Purnomo
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS