adplus-dvertising

Komisi III DPRD Sultra Sesalkan Rusaknya Jalan Konawe-Konawe Utara

Siswanto Azis, telisik indonesia
Sabtu, 02 Mei 2020
2464 dilihat
Komisi III DPRD Sultra Sesalkan Rusaknya Jalan Konawe-Konawe Utara
Kondisi jalan yang rusak parah di Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe. Foto: Dul/Telisik

" Jalur ini adalah jalan nasional menghubungkan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan, tapi kok begini kondisinya. "

KENDARI, TELISIK.ID - Akses jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Konawe - Konawe Utara Sulawesi Tenggara, kondisinya rusak parah.

Jalur rusak parah memanjang di tiga desa yaitu Desa Besu, Mendikonu, dan Wonua Morini. Ketiganya terletak di Kecamatan Morosi, lokasi berdirinya salah satu smelter nikel terbesar di Sulawesi Tenggara.

Melihat kondisi jalan yang rusak parah, membuat Komisi III DPRD Sulawesi Tenggara geram dan menyesalkan rusaknya jalan tersebut, serta menganggap pemerintah tak peduli dengan kondisi ini.


Komisi III DPRD Sultra menyaksikan sendiri kondisi jalan yang rusak parah ketika meninjau pos pemeriksaan atau check point penyebaran COVID-19 antara Kabupaten Konawe dan Konawe Utara, Jumat (1/5/2020).

"Jalur ini adalah jalan nasional menghubungkan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan, tapi kok begini kondisinya," geram Abdul Salam Sahadia, Sos. M.AP.

Baca juga: Warga Siap Sambut Pasien Sembuh COVID-19 dengan Bunga

Menurut masyarakat setempat, sejak sejumlah perusahaan tambang merambah wilayah itu pada 2016, kondisi jalan makin rusak parah. Sebab tekstur aspal yang seharusnya hanya mampu dilewati kendaraan standar, juga dilewati alat berat milik perusahaan.

"Ya hasilnya seperti ini, musim hujan kita penuh lumpur. Musim panas mandi debu," ujar warga, Arma, kepada Telisik.id, Sabtu (2/5/2020).

Lubang menganga bertebaran bagai bekas letusan granat tangan di sepanjang jalan menjadi tantangan berat bagi pengendara. Belum lagi, lumpur paling rendah setinggi lutut akan dijumpai. Bahkan lubang di jalan pernah sampai sedalam satu meter.

Abdul Salam Sahadia mengatakan, jalan ini merupakan jalan Trans Sulawesi yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara,

"Kasian masyarakat kalau dibiarkan seperti ini, semoga wabah COVID-19 ini segera berakhir agar pemerintah provinsi cepat mengambil langkah guna perbaikan jalan ini," tutup Salam Sahadia.

Reporter: Dul

Editor: Rani

Baca Juga