LPPM UHO Kendari Dorong Hilirisasi dan Inovasi Perkuat Arah Riset Berdampak
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Kamis, 08 Januari 2026
0 dilihat
Kepala LPPM UHO Kendari, Prof, Dr. Eng. I Nyoman Sudiana, S.Pd, M.Si. Foto: Ana Pratiwi/Telisik
" Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari terus memperkuat arah riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui pendekatan hilirisasi di tahun 2026 "

KENDARI, TELISIK.ID - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari terus memperkuat arah riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui pendekatan hilirisasi di tahun 2026.
Kebijakan ini menegaskan komitmen UHO agar hasil penelitian tidak berhenti di jurnal, tetapi hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan daerah.
Ketua LPPM UHO Kendari, Prof. Nyoman Sudiana, mengatakan hilirisasi menjadi pembeda utama dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Riset kini diarahkan agar menghasilkan produk, teknologi, maupun rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan bernilai tambah.
Baca Juga: Informa Electronics Bagikan Tips Memilih TV dan Speaker di Awal 2026
“Hilirisasi berarti riset dan pengabdian benar-benar menjawab persoalan riil masyarakat, bukan sekadar laporan atau publikasi,” ujarnya, Senin (29/12/2025) pekan lalu.
Sebagai perguruan tinggi berbasis wilayah kepulauan, UHO memfokuskan riset dan pengabdian pada kelautan dan perdesaan.
Bidang perikanan, pertanian, material, serta pengelolaan wilayah pesisir menjadi perhatian utama, termasuk komoditas unggulan seperti rumput laut dan perikanan tangkap.
Di sektor pertanian, riset mencakup pengembangan kakao, jagung, jeruk, padi, hingga inovasi pupuk.
Sementara pada sektor kelautan dan pesisir, penelitian diarahkan pada penguatan komoditas rumput laut, perikanan, serta pengembangan udang berbasis teknologi.
Secara nasional, kinerja riset UHO menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Science and Technology Index (SINTA) Kemdikbud, UHO konsisten masuk 5 persen perguruan tinggi terbaik di Indonesia, berada di jajaran 1 persen teratas untuk kategori perguruan tinggi negeri.
Sepanjang 2025, LPPM UHO mencatat peningkatan jumlah penelitian, paten, dan hak kekayaan intelektual (HKI).
Sejumlah dosen juga meraih penghargaan nasional, yang berdampak pada bertambahnya jumlah guru besar dan penguatan ekosistem riset kampus.
Pengabdian masyarakat pun diperluas melalui berbagai skema, mulai dari KKN Tematik, Pengabdian Keberdayaan Masyarakat (PKM), hingga kerja sama berbasis wilayah dan industri.
Isu yang ditangani meliputi air bersih, sanitasi, pengelolaan sampah, penyakit tanaman, serta peningkatan nilai tambah produk pangan lokal.
Baca Juga: Informa Kendari Tawarkan Cashback hingga Rp 11 Juta dan Cicilan 0 Persen Awal 2026
Dalam konteks hilirisasi, LPPM UHO juga mendorong riset dosen agar berkembang menuju tahap komersialisasi.
Beberapa riset material dan energi telah dikembangkan bersama mitra internasional dan diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri di masa depan.
Ke depan, LPPM UHO membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan.
Sinergi lintas sektor dinilai penting agar potensi riset dan sumber daya Sulawesi Tenggara dapat dioptimalkan untuk pembangunan berkelanjutan.
“Potensi dosen dan sumber daya alam Sulawesi Tenggara sangat besar. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi, pendanaan, dan ruang kerja sama agar riset bisa berkembang maksimal,” pungkas Nyoman Sudiana. (D-Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS