KENDARI, TELISIK.ID - Pembangunan Rumah Sakit Jantung Sulawesi Tenggara ditargetkan selesai Oktober 2022 mendatang, dengan biaya mencapai Rp 300 miliar.

Meskipun demikian, RS Jantung dipastikan belum bisa beroperasi sepenuhnya, hal tersebut diakibatkan fasilitas ataupun peralatan rumah sakit yang belum terpenuhi dikarenakan harganya yang mahal.

Untuk biaya peralatan rumah sakit diperkirakan menelan anggaran dua kali lebih banyak dari anggaran pembangunan gedung RS Jantung, yaitu sekitar Rp 600 miliar lebih.

Dengan mengandalkan APBD, bisa dipastikan sampai tahun 2023, RS Jantung belum bisa beroperasi sepenuhnya. Untuk itu, DPRD Sulawesi Tenggara meminta pemerintah provinsi (pemprov) bisa berkonsultasi ke pusat untuk bantuan pembiayaan, bahkan para perusahaan yang berdiri di Bumi Anoa ini, harus bisa dimanfaatkan untuk membantu dan mendukung proses pengoperasian rumah sakit jantung.

Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Tenggara, La Ode Frebi Rifal mengatakan, pembangunan RS Jantung memang membutuhkan anggaran yang sangat besar. Sehingga proses pembangunannya, tidak bisa hanya mengandalkan APBD, tetapi ada anggaran lain yang harus menopang.