Panduan Lengkap Salat Idul Fitri 1447 H, Berikut Bacaan Niat Sendiri dan Berjemaah hingga Jumlah Takbir

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Jumat, 20 Maret 2026
0 dilihat
Panduan Lengkap Salat Idul Fitri 1447 H, Berikut Bacaan Niat Sendiri dan Berjemaah hingga Jumlah Takbir
Umat Islam mempersiapkan pelaksanaan salat Idul Fitri dengan memahami tata cara dan jumlah takbir. Foto: TikTok@mansurariatul

" Umat Islam mempersiapkan salat Idul Fitri dengan memahami tata cara, bacaan niat, serta ketentuan jumlah takbir yang dianjurkan "

JAKARTA, TELISIK.ID - Menjelang 1 Syawal 1447 Hijriah, umat Islam mempersiapkan salat Idul Fitri dengan memahami tata cara, bacaan niat, serta ketentuan jumlah takbir yang dianjurkan.

Perayaan Idul Fitri menjadi momentum penting setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. Pada hari tersebut, umat Islam melaksanakan salat Id sebagai bentuk syiar sekaligus penegasan kebersamaan dalam beribadah. Pelaksanaan salat ini umumnya dilakukan di lapangan terbuka atau masjid dengan melibatkan banyak jamaah.

Penetapan waktu pelaksanaan masih menunggu keputusan resmi melalui sidang isbat pemerintah. Di sisi lain, sejumlah organisasi keagamaan telah menetapkan jadwal lebih awal. Perbedaan ini tidak memengaruhi tata cara pelaksanaan salat Idul Fitri yang tetap merujuk pada ketentuan yang telah diajarkan.

Salat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat dengan beberapa ketentuan khusus yang membedakannya dari salat lainnya. Umat Islam dianjurkan memahami setiap tahapan agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan sesuai tuntunan.

Jumlah Takbir dalam Salat Idul Fitri

Melansir dari DetikHikmah, Jumat (20/3/2026), jumlah takbir tambahan menjadi ciri utama dalam salat Idul Fitri. Pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, dilakukan tujuh kali takbir tambahan sebelum membaca Surah Al-Fatihah.

Pada rakaat kedua, setelah berdiri kembali dari sujud, dilakukan lima kali takbir tambahan sebelum membaca Surah Al-Fatihah. Ketentuan ini menjadi pedoman yang umum digunakan dalam pelaksanaan salat Idul Fitri.

Di antara takbir tersebut, dianjurkan membaca tasbih sebagai bentuk pujian kepada Allah. Bacaan yang dapat digunakan antara lain Allahu akbar kabira walhamdu lillahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila.

Baca Juga: Terlambat Salat Ied? Ini Hukum Menambah Rakaat bagi Makmum Masbuk Menurut Ulama

Alternatif bacaan lainnya adalah subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar. Kedua bacaan ini lazim digunakan oleh jamaah dalam pelaksanaan salat Id.

Bacaan Niat Salat Idul Fitri

Niat merupakan bagian awal yang dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram. Pelafalannya disesuaikan dengan posisi dalam pelaksanaan, baik sebagai imam, makmum, maupun sendiri.

Lafal niat untuk imam adalah ushalli sunnatan li idil fitri rakataini mustaqbilal qiblati adaan imaman lillahi taala. Bacaan ini menunjukkan pelaksanaan salat sebagai imam karena Allah.

Untuk makmum, lafal niat menggunakan kata mamuman. Sementara itu, bagi yang melaksanakan sendiri, lafal niat tidak menyertakan kata imam maupun makmum, namun tetap memiliki makna pelaksanaan salat sunnah dua rakaat karena Allah.

Perbedaan lafal tersebut hanya terletak pada penyesuaian posisi, sedangkan tujuan ibadah tetap sama.

Tata Cara Pelaksanaan Salat Idul Fitri

Pelaksanaan salat dimulai dengan takbiratul ihram yang diikuti doa iftitah. Setelah itu, pada rakaat pertama dilakukan tujuh kali takbir tambahan sebelum membaca Surah Al-Fatihah.

Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surah Al-A’la. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud sebagaimana salat pada umumnya.

Pada rakaat kedua, setelah berdiri kembali, dilakukan lima kali takbir tambahan sebelum membaca Surah Al-Fatihah. Selanjutnya dianjurkan membaca Surah Al-Ghasiyah sebelum melanjutkan gerakan hingga tahiyat akhir dan salam.

Secara keseluruhan, gerakan dalam salat Idul Fitri tidak berbeda dengan salat lainnya. Perbedaan utama hanya terletak pada jumlah takbir tambahan di setiap rakaat.

Baca Juga: Jemaah di Daerah Ini Mulai Salat Idul Fitri 2025

Anjuran Mendengarkan Khutbah

Setelah salat selesai, jamaah dianjurkan tetap berada di tempat untuk mendengarkan khutbah. Khutbah Idul Fitri biasanya terdiri dari dua bagian yang dipisahkan dengan duduk sejenak oleh khatib.

Dalam riwayat disebutkan bahwa imam menyampaikan dua khutbah pada salat hari raya dan memisahkannya dengan duduk. Ketentuan ini menjadi bagian dari rangkaian ibadah yang dianjurkan untuk diikuti.

Khutbah berisi pesan keagamaan yang berkaitan dengan makna Idul Fitri serta ajakan menjaga nilai-nilai yang telah dijalankan selama Ramadan. Oleh karena itu, jamaah dianjurkan mengikuti hingga selesai.

Dengan memahami panduan ini, pelaksanaan salat Idul Fitri dapat dilakukan sesuai tata cara yang berlaku. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban dalam menjalankan ibadah pada hari raya. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga