Pantai Mutiara Buton Tengah: Magnet Pasir Putih Eksotis Pikat Wisatawan Pasca Lebaran
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Rabu, 02 April 2025
0 dilihat
Para pengunjung menikmati keindahan Pantai Mutiara di Buton Tengah, Rabu (2/4/2025). Foto: Ahmad Jaelani/Telisik
" Pasca Lebaran Idul Fitri 1446 H, para pengunjung memadati Pantai Mutiara di Desa Gumanano, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Rabu (2/4/2025). "


BUTON TENGAH, TELISIK.ID - Pasca Lebaran Idul Fitri 1446 H, para pengunjung memadati Pantai Mutiara di Desa Gumanano, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Rabu (2/4/2025).
Wisatawan dari berbagai daerah datang untuk menikmati keindahan pantai dengan pasir putih dan air laut yang jernih.
Pantai Mutiara dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan dengan pasir putih yang membentang luas.
Keindahan alamnya semakin lengkap dengan ombak yang relatif tenang, menjadikannya tempat yang nyaman untuk bersantai.
Pengunjung yang datang tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga berfoto bersama keluarga dan komunitas. Pantai yang berjarak sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Labungkari ini telah diresmikan sebagai destinasi wisata sejak 20 Maret 2015.
Beberapa fasilitas telah tersedia di lokasi, seperti gazebo untuk bersantai serta jalan kecil yang bisa digunakan untuk olahraga ringan. Keberadaan fasilitas ini semakin menambah daya tarik bagi wisatawan.
Baca Juga: Ribuan Wisatawan Padati Sungai Terpendek di Dunia, Lokasi Berada di Sulawesi Tenggara
Suasana pantai semakin ramai dengan berbagai aktivitas pengunjung. Banyak wisatawan memilih menghabiskan waktu dengan berenang, berjalan di bibir pantai, atau sekadar duduk menikmati angin laut.
Ombak yang cukup tenang membuat tempat ini aman untuk bermain air, terutama bagi anak-anak.
Berdasarkan pantauan telisik.id, pengunjung mulai berdatangan secara bergelombang sejak sehari sebelumnya.
Mereka datang dari berbagai daerah di sekitar Kabupaten Buton Tengah, termasuk dari Kabupaten Muna dan Kota Baubau.
Salah satu pengunjung yang datang dari Kabupaten Muna adalah Ruslamin (28). Ia memilih Pantai Mutiara sebagai tempat untuk berlibur bersama keluarga karena keindahan pantainya.
"Jarang-jarang momen seperti ini kumpul sama keluarga. Pantai Mutiara setiap tahun tidak absen saya ke sini dengan satu lagi pasir di pantai ini beda sendiri, bening putih bersih enak dilihat," ucap Ruslamin.
Fasilitas yang tersedia di Pantai Mutiara cukup lengkap, sehingga banyak pengunjung yang merasa nyaman untuk berpiknik di tempat ini.
Selain menikmati keindahan pantai, wisatawan juga dapat mencoba berbagai wahana seperti jet ski, banana boat, atau berkeliling dengan perahu berbayar.
Namun, di tengah ramainya wisatawan yang berkunjung, ada keluhan mengenai tarif masuk objek wisata ini. Beberapa pengunjung merasa bahwa biaya yang dikenakan terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.
Salah satu pengunjung, Muhammad Iwan (25), menyampaikan keluhannya mengenai tarif masuk Pantai Mutiara yang dinilai membebani wisatawan.
"Harusnya pas kita masuk orang saja yang dibutuhkan, janganmi juga dengan mobilnya," keluh Iwan.
"Kita kan 4 orang, masa disuruh bayar Rp 25 ribu. Kalau seperti mobil dihitung juga orang," kata Iwan.
Berdasarkan informasi yang diterima telisik.id, tarif masuk yang tertera di tiket resmi adalah sebesar Rp 5.000 per orang. Tiket tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Buton Tengah melalui Dinas Pariwisata berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024.
Di sisi lain, pedagang yang berjualan di sekitar Pantai Mutiara mengalami peningkatan penghasilan selama libur Lebaran. Banyak wisatawan yang membeli makanan dan minuman untuk menemani waktu bersantai mereka di pantai.
Baca Juga: 102 Personel Polisi Perketat Pengamanan Obyek Wisata Buton Tengah
Beberapa pedagang yang menjual aneka makanan dan minuman mengaku pendapatan mereka meningkat dibandingkan hari-hari biasa. Salah satunya adalah Wa Titin, yang menjual berbagai jenis minuman dan makanan ringan.
"Alhamdulillah, ini kan banyak para pengunjung, kumpul Rp 600 ribu kadang sampe Rp 700 ribu," ucap Wa Titin.
Menurut Wa Titin, momen libur Lebaran menjadi waktu yang paling ramai bagi pedagang di Pantai Mutiara. Jika dibandingkan dengan hari-hari biasa, penghasilannya bisa meningkat signifikan, terutama saat akhir pekan dan libur panjang.
Selain menjual minuman seperti es teh dan Pop Ice, Wa Titin juga menawarkan makanan ringan seperti gorengan dan bakso.
Ia mengungkapkan bahwa makanan dengan harga terjangkau lebih cepat laku karena banyak wisatawan yang ingin menikmati cemilan saat berlibur.
"Uang hasil jualannya tidak hanya di minuman saja, tapi dimakan kaya begini, apalagi gorengan dengan siomay saya jualnya seribuan jadi cepat laku," pungkasnya. (A)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS