Harga Sembako di Buton Selatan Stabil Tak Diiringi Tomat yang Melambung Selama Ramadan
Ali Iskandar Majid, telisik indonesia
Jumat, 27 Februari 2026
0 dilihat
Lapak pedagang di pasar tradisional di Kelurahan Lakambau, Kecamatan Batauga, Buton Selatan, yang menjajakan tomat dan jenis sayuran lainnya. Foto: Ali Iskandar Majid/Telisik
" Memasuki hari ke-9 Ramadan 2026 kebutuhan bahan pokok semakin meningkat. Misalnya komoditi tomat yang makin laris manis di pasar tradisional hingga memicu kenaikan harga yang cukup signifikan di Buton Selatan "

BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Memasuki hari ke-9 Ramadan 2026 kebutuhan bahan pokok semakin meningkat. Misalnya komoditi tomat yang makin laris manis di pasar tradisional hingga memicu kenaikan harga yang cukup signifikan di Buton Selatan.
Kepala Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Buton Selatan, La Ganefo, mengungkapkan kenaikan harga tomat terjadi hanya di beberapa wilayah seperti pasar tradisional Bandar Batauga dan Pasar Lapola Sampolawa.
Ganefo membeberkan, memasuki minggu kedua bulan suci Ramadan harga jual tomat naik menjadi Rp 12.000 per kilogram (kg) untuk varietas tomat roma yang semula dijual dengan harga Rp 10.000/kg.
Baca Juga: Pemkot Baubau Ingatkan OPD Disiplin Anggaran dan Prioritas Kualitas Proyek
Sedangkan harga jual tomat ceri (kecil) naik menjadi Rp 8.000/kg dari harga sebelumnya Rp 6.000/kg. Kendati demikian beberapa wilayah lain seperti pasar tradisional Lapandewa masih menjual tomat dengan harga murah.
Kecamatan Lapandewa diketahui sebagai sentra pemasok tomat terbesar di Kabupaten Buton Selatan sehingga harga jual jauh lebih terjangkau. Diperkirakan harga jual tomat dapat berubah kapan saja mengikuti permintaan pasar.
"Untuk harga sembako masih stabil, hanya tomat yang terus naik," beber Ganefo kepada telisik.id, Jumat (27/2/2026).
Terkait pencegahan inflasi, Ganefo menuturkan belum akan diselenggarakan gerakan pasar murah sebab terkendala anggaran. Namun, pihaknya membuka ruang untuk kolaborasi antar OPD terkait perihal pengadaan pasar murah.
"Kalau ketapang (ketahanan pangan) belum maksimal kami coba masuk bantu dengan berkoordinasi bersama Bulog cabang Kota Baubau," tandasnya.
Baca Juga: Program MBG di Wakatobi Dinikmati 27.465 Penerima Manfaat dan Serap 354 Pekerja
Sementara itu, Wa Harni, pedagang di pasar tradisional Buton Selatan mengungkapkan harga jual tomat yang kian naik selama puasa dipengaruhi oleh tempat pengambilan yang berbeda-beda.
"Kalau kita ambil dari Lapandewa kadang dijual (Rp) 10 ribu, tapi ada juga beberapa pedagang beli tomat langsung dari papale yang ada di Pasar Wameo, jadinya harganya naik sedikit," ungkapnya.
Meskipun harga tomat di Buton Selatan kian naik, permintaan di pasar semakin meningkat, khususnya bagi para ibu rumah tangga. (B)
Penulis: Ali Iskandar Majid
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS