adplus-dvertising

PBNU Apresiasi Polri Atas Penahanan Gus Nur

Rahmat Tunny, telisik indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2020
1126 dilihat
PBNU Apresiasi Polri Atas Penahanan Gus Nur
Kantor PBNU. Foto: Google

" Sesuatu yang perlu kita apresiasi bersama. Untuk itu Polri jangan pernah ragu melakukan tindakan hukum kepada Nur Sugi. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pendakwaan Nur Sugi Raharja alias Gus Nur resmi ditahan oleh Bareskrim Polri atas dugaan penghinaan kepada organisasi Nahdatul Ulama (NU).

Penangkapan Gus Nur berlangsung di Malang, Jawa Timur dan saat ini sudah dibawa ke Mabes Polri untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Menanggapi penahanan tersebut, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) memberi dukungan penuh kepada Bareskrim Polri atas penangkapan Gus Nur atas omongannya yang dinilai seringkali menyebar kebencian, terutama kepada NU.


"Apa yang dilakukan Nur Sugi sama sekali tidak mencerminkan akhlakul karimah seorang muslim yang harus menebarkan kasih sayang. Umat Islam perlu berhati-hati dengan orang seperti ini. Jangan pernah menjadikan orang seperti ini sebagai rujukan dalam beragama," kata Ketua Lakpesdam PBNU, Rumadi Ahmad dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2020).

Menurut Ahmad, Gus Nur sudah berulang kali mengumbar celotehan yang menimbulkan kemarahan bagi warga NU. Untuk itu kata dia, yang dilakukan Bareskrim Polri bukan saja upaya penegakan hukum, tapi juga menjaga agar harmoni masyarakat.

"Sesuatu yang perlu kita apresiasi bersama. Untuk itu Polri jangan pernah ragu melakukan tindakan hukum kepada Nur Sugi," ujarnya.

Dikatakan Ahmad, Lakpesdam PBNU berpandangan, seyogyanya penegakan hukum tidak hanya dialamatkan kepada Gus Nur, tapi juga pihak yang memproduksi dan menyebarkan konten ujaran kebencian melalui kanal YouTube dimaksud.

Baca juga: Awal Musim hujan Mundur dan Jumlah Hari Hujan Makin Sedikit

"Lakpesdam PBNU percaya, Polri akan melakukan penegakkan hukum secara adil. Warga NU juga tidak perlu terpancing dan melakukan tindakan yang tidak perlu," ucapnya.

Diketahui, dalam sebuah wawancara bersama Refly Harun, Sugi Nur Raharja alias Gus Nur membuat pernyataan kontroversial yang terbilang sangat sembrono. Dirinya mengibaratkan NU merupakan sebuah bus yang sopir, kernet hingga penumpangnya tidak beres. Ia mengungkapkan, sopir dari bus NU ini mabuk, kondekturnya teler dan kernetnya begitu pula.

Sedangkan penumpangnya diibaratkan Gus Nur kurang ajar semua, di mana isinya perokok, suka bernyanyi dan buka aurat serta suka dangdutan. Menurutnya, kesucian NU telah hilang.

"Setelah rezim ini lahir, tiba-tiba 180 derajat berubah. Saya ibarat NU sekarang seperti bus umum sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya juga begitu, dan penumpangnya kurang ajar semua. Perokok juga, nyanyi juga, buka aurat juga, dangdutan juga. Jadi kesucian NU yang selama ini saya kenal itu enggak ada sekarang ini," kata Gus Nur dalam tayangan di Channel Youtube Refly Harun pada Senin (19/10/2020) lalu.

Gus Nur juga mengibaratkan penumpang bus NU tersebut sebagai beraliran liberal, sekuler dan PKI.

"Bisa jadi kernetnya Abu Janda, bisa jadi kondekturnya Gus Yaqut, dan sopirnya Kiai Aqil Siraj. Mungkin begitu. Nah, penumpangnya liberal, sekuler, PKI, macam-macam," ujarnya. (C)

Reporter: Rahmat Tunny

Editor: Kardin

TAG:
Baca Juga