Safari Ramadan di Kolaka Timur dan Konawe, Ustaz Marjuwan Tekankan Empat Pilar Generasi Islam

Ana Pratiwi, telisik indonesia
Sabtu, 28 Februari 2026
0 dilihat
Safari Ramadan di Kolaka Timur dan Konawe, Ustaz Marjuwan Tekankan Empat Pilar Generasi Islam
Ustaz Marjuwan Ibrahim bersama jemaah saat berkunjung ke Kolaka Timur dan Konawe. Foto: Ist.

" Masa depan Islam berada di tangan generasi muda dalam rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah "

KOLAKA TIMUR, TELISIK.ID - Ustaz Marjuwan Ibrahim, Lc., M.A., menegaskan masa depan Islam berada di tangan generasi muda dalam rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Kolaka Timur, dan kultum subuh di Masjid Fastabiqul Khoirot, Konawe, Sulawesi Tenggara.

Ia mendorong penguatan iman, penguasaan ilmu, kemandirian ekonomi, serta karakter sebagai fondasi menghadapi tantangan global.

Safari Ramadan di Kolaka Timur yang dirangkaikan dengan penyerahan Al-Quran dari PB Alzis itu berlangsung khidmat di Masjid Agung setempat.

Momentum tersebut, menurut Marjuwan, bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penguatan dakwah dan komitmen membumikan nilai Al-Quran di tengah masyarakat.

“Selamat dan sukses atas terlaksananya Safari Ramadan 1447 H di Kolaka Timur. Semoga setiap langkah dakwah menjadi ladang pahala dan menghadirkan keberkahan bagi umat serta daerah,” ujarnya di hadapan ratusan jemaah.

Mengusung tema Masa Depan Islam di Tangan Pemuda, Marjuwan memaparkan empat pilar yang perlu dikuasai generasi muda.

Pertama, penguasaan bahasa asing untuk membuka akses dakwah dan komunikasi internasional. Kedua, kemandirian ekonomi agar mampu bersaing secara profesional.

Ketiga, keahlian di sektor pertanian dan peternakan sebagai fondasi kedaulatan pangan. Keempat, kedekatan dengan Al-Quran sebagai sumber nilai dan karakter.

“Kalau empat ini kita siapkan, Insya Allah generasi Islam Indonesia akan menjadi pemimpin-pemimpin dunia,” tegasnya.

Ia menilai di tengah perkembangan teknologi dan robotika, banyak jenis pekerjaan bisa tergantikan mesin.

Baca Juga: Program MBG di Wakatobi Dinikmati 27.465 Penerima Manfaat dan Serap 354 Pekerja

Namun sektor pangan tetap menjadi kebutuhan dasar manusia.

“Banyak pekerjaan bisa diganti robot. Tapi manusia tetap makan. Pertanian dan peternakan tidak akan pernah mati,” katanya.

Pesan serupa ia sampaikan dalam kultum subuh di Masjid Fastabiqul Khoirot, Konawe.

Di hadapan jemaah, Marjuwan mengulas empat pelajaran hidup dalam Surah Al-Kahfi sebagai bekal menghadapi krisis moral dan ketidakpastian zaman.

“Kalau kita ingin membantu umat Islam, siapkan anak-anak kita. Jadikan mereka generasi Al-Quran yang menguasai ilmu eksakta, teknologi, dan bahasa asing, tapi tetap punya iman yang kokoh,” ujarnya.

Ia menjelaskan empat ujian besar dalam Surah Al-Kahfi. Pertama, ujian iman melalui kisah Ashabul Kahfi yang mempertahankan keyakinan di tengah tekanan penguasa zalim.

Menurutnya, ujian ini relevan dengan tantangan menjaga integritas di tengah praktik riba, suap, dan kecurangan.

“Termasuk dalam memilih pendidikan anak. Jangan hanya berpikir soal prestasi akademik, tapi pastikan fondasi iman dan akhlaknya kuat sejak SD,” pesannya.

Kedua, ujian harta dari kisah dua pemilik kebun. Kekayaan disebutnya sebagai ujian, bukan ukuran kemuliaan.

Ketiga, ujian ilmu melalui kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir yang mengajarkan pentingnya rendah hati meski berilmu tinggi.

“Anak-anak kita harus pintar sains dan teknologi, bahkan bisa bersaing global. Tapi adab dan tawadhu jangan hilang,” tambahnya.

Keempat, ujian kekuasaan yang tergambar dalam kisah Dzulqarnain.

Kekuasaan, kata dia, adalah amanah yang harus dijalankan secara adil agar membawa kebaikan, bukan kerusakan.

Baca Juga: Puskesmas Lailangga Muna Barat Layani Cek Kesehatan Gratis Siswa SD hingga SMA

Marjuwan juga menyoroti peran keluarga dalam membangun generasi tangguh.

Ia menilai kedekatan generasi muda Muslim Indonesia dengan orang tua menjadi modal sosial penting di tengah krisis nilai global.

“Perubahan besar tidak selalu dimulai dari panggung dunia. Kadang dimulai dari rumah, dari sekolah dasar, dari keseriusan orang tua mendidik anak,” tutupnya.

Rangkaian Safari Ramadan dan kultum subuh tersebut menegaskan pesan yang sama yaitu kebangkitan umat tidak cukup melalui wacana, tetapi melalui keseriusan menyiapkan generasi yang mampu lulus ujian iman, harta, ilmu, dan kekuasaan. (Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga