Pemerintah dan Polda Sumatera Utara Gerak Cepat Antisipasi Bencana Alam

Reza Fahlefy, telisik indonesia
Sabtu, 12 November 2022
0 dilihat
Pemerintah dan Polda Sumatera Utara Gerak Cepat Antisipasi Bencana Alam
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi (kemeja putih) ketika memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media. Foto: Humas Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara

" Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kepolisian Daerah (Polda) daerah setempat, mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam "

MEDAN, TELISIK.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kepolisian Daerah (Polda) daerah setempat, mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 360/13682 mengenai potensi bencana di daerah itu, tentang peringatan dini potensi banjir, longsor, kebakaran hutan/lahan dan angin kencang. Surat itu ditujukan kepada bupati/wali kota.

Surat edaran ini diterbitkan berdasarkan adanya surat dari BMKG I Medan Nomor: ME 02 05/1118/KBB1/X/2022 perihal: potensi bencana hidrometeorologi November 2022 pada 20 Oktober 2022, lalu.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Aris Yudhariansyah membenarkan adanya surat edaran itu.

"Bapak Gubernur Sumatera Utara meminta bupati/wali kota agar melakukan langkah-langkah, yakni melakukan sosialisasi kesiap-siagaan antisipasi banjir/longsor kepada masyarakat, terutama di kawasan daerah aliran sungai dari hulu hingga hilir," ucapnya, Sabtu (12/11/2022).

Baca Juga: BLT BBM Muna Segera Dicairkan

Selanjutnya, menyiagakan sumber daya perangkat daerah, masyarakat, media massa, dunia usaha dan perguruan tinggi guna antisipasi terjadinya banjir/longsor di wilayah masing-masing, terutama di kawasan yang rawan terjadi bencana akibat curah hujan yang tinggi.

Menata kembali kawasan perumahan, permukiman, pertanian dan bangunan lainnya yang berada pada kawasan/daerah rawan banjir dengan mempedomani RTRW.

Kemudian, mengoptimalkan peran tugas pokok dan fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebagai koordinator dan perangkat daerah dalam penanggulangan bencana.

"Surat edaran itu juga untuk memfasilitasi hubungan kerja sama antar stakeholder di dalam wilayahnya maupun wilayah kabupaten/kota beda provinsi dalam pelaksanaan penanggulangan bencana gerakan tanah/tanah longsor dan banjir di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya," tambahnya.

Lalu, melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, instansi vertikal di wilayahnya dan pihak-pihak terkait lainnya dalam penanggulangan bencana gerakan tanah/tanah longsor dan banjir serta melibatkan partisipasi dunia usaha, masyarakat, perguruan tinggi dan media massa.

Senantiasa menyiapkan SDM (Satgas), logistik dan peralatan kebencanaan. Mengecek kembali daerah-daerah rawan dan ancaman bencana serta jalan jalan berpotensi longsor. Standby alat komunikasi (handphone) selalu update info PVMBG dan BMKG terutama tentang cuaca/iklim.

"Sosialisasikan kepada masyarakat dan dunia usaha di wilayah masing-masing serta replanting agar tidak membakar hutan/lahan untuk mengelola lahan. Memonitor pantauan titik panas (hofspot) dari informasi BMKG atau KLHK," tuturnya.

Kemudian, Aris menyebut harus selalu siap siagakan peralatan dan personel pemadam di zona hutan/lahan yang rawan terbakar. Mengingatkan kepada masyarakat untuk memperkuat struktur bangunan rumah yang mudah rusak apabila di terpa angin kencang.

Serta mengikuti protokoler kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam melaksanakan peringatan dini selama pandemi COVID-19 di Sumatera Utara.

“Diharapkan langkah-langkah ini bisa diterapkan kepada masyarakat terutama di wilayah yang berpotensi bencana," terangnya.

Sedangkan Polda Sumatera Utara juga mengambil langkah cepat guna melakukan antisipasi bencana alam, mengingat wilayah ini sedang dilanda musim penghujan.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi membenarkan itu. Menurutnya, dalam mengantisipasi bencana alam, mereka telah menyiagakan personel gabungan tiga kompi yaitu dari Brimob, Satlantas dan Samapta/Ditpolairud.

“Personel sudah disiagakan untuk diturunkan ke lokasi bencana alam yang terjadi nantinya," ungkapnya.

Baca Juga: Kampanye Cakades, Massa Tak Dibatasi

Tiga Kompi ini siap digerakkan ke daerah yang terjadi bencana atau antisipasi rawan bencana. Begitu juga dengan perlengkapan. Namun, Hadi Wahyudi belum bisa memastikan dan menyebutkan lokasi rawan bencana.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, untuk lokasi yang rawan bencana seperti banjir, longsor dan lain sebagainya di wilayah Sumatera Utara terdapat di Parapat, Simalungun, Karo dan Deli Serdang.

"Selain itu, kami juga meminta kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan," tambahnya.

Diakui Hadi, pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sumatera Utara, TNI dan instansi terkait dalam penanganan bencana alam di Sumatera Utara.

“Kita tidak mau terjadi bencana, namun kita tetap mengimbau agar warga khususnya yang tinggal di kawasan rawan bencana untuk tetap berhati-hati,” terangnya. (B)

Penulis: Reza Fahlefy

Editor: Kardin

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga